OCBC NISP Tak Bagikan Lagi Dividen Tahun Ini

Bank OCBC NISP memutuskan untuk menggunakan seluruh laba bersih tahun lalu Rp 2,6 triliun untuk memperkuat modal dan tak membagikan dividen.
Image title
7 April 2020, 06:42
OCBC NISP, bank, modal bank
Katadata
Ilustrasi. OCBC NISP mencatatkan laba bersih tahun lalu mencapai Rp 2,6 triliun.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank OCBC NISP Tbk menyepakati penggunaan seluruh laba bersih 2019 sebesar Rp 2,9 triliun untuk memperkuat posisi permodalan. Dengan demikian, perusahaan tak akan membagikan dividen di tahun ini. 

“Langkah ini diambil untuk memastikan implementasi strategi dan inisiatif bank dapat berjalan dengan baik dan mampu menghadapi persaingan yang kian intensif di industri keuangan,” ujar Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam keterangan resmi, Senin (7/4). 

Bank asal Singapura ini sebelumnya menargerkan dapat naik kelas menjadi bank umum kegiatan usaha atau BUKU IV atau bermodal inti minimal Rp 30 triliun pada tahun depan. Sudah lebih dari 15 tahun, NISP tak pernah membagikan dividen kepada pemegang saham. 

(Baca: Pandemi Corona Memukul Freeport, Pangkas Dividen dan Belanja Modal)

Keputusan OCBC NISP untuk tak membagikan dividen ini diambil di tengah masa sulit aibat pandemi corona. Dalam kondisi tersebut, perbankan perlu memperkuat permodalan untuk mengatasi goncangan gejolak ekonomi

Hingga akhir tahun lalu, total modal inti perusahaan mencapai Rp 26,81 triliun secara konsolidasi atau Rp 26,71 triliun secara bank only.  Posisi modal ini naik dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 23,59 triliun, baik secara konsolidasi atau bank only.

OCBC NISP tahun lalu mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 11% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 2,3 triliun. Adapun penyaluran kredit stagnan di kisaran Rp 119 triliun dan dana pihak ketiga mencapai Rp 126 triliun. 

(Baca: Bahana Resmi jadi Holding BUMN Asuransi, Modal Tembus Rp 60 Triliun)

Sementara itu, rasio kredit macet alias non performing loan  alias NPL gross sebesar 1,7%, serta NPL nett 0,8%. 

 

Parwati menjelaskan perusahaan pada tahun ini akan terus melanjutkan komitmen untuk menyalurkan pembiayaan berkelanjutan yang telah mencapai Rp 35 triliun hingga akhir tahun lalu. Apalagi pada tahun ini, OCBC NISP telah mendapat fasilitas pendanaan berkelanjutan dari International Finance Corporation atau IFC sebesar Rp 2,75 triliun. 

“Pembiayaan untuk pemberdayaan UKM milik perempuan ini merupakan yang pertama di Indonesia,” ujarnya.

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait