Jokowi Gratiskan Tagihan Listrik Pelanggan 450 VA Redam Dampak Corona

Pemerintah menggratiskan tagihan listrik pelanggan 450 VA dan memberikqdiskon 50% bagi pelanggan 900 VA selama tiga bulan di tengah pandemi corona.
Dimas Jarot Bayu
31 Maret 2020, 15:41
LAPORAN TAHUNAN MAHKAMAH KONSTITUSI
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo memberikan keringanan pembayaran tagihan listrik bagi rumah tangga miskin selama tiga bulan untuk membantu melewati masa sulit pandemi corona.

 

Pemerintah memutuskan untuk menggeratiskan tagihan listrik bagi pelanggan golongan 450 VA dan diskon tarif sebesar 50% untuk pelanggan golongan 900 VA. Presiden Joko Widodo menyebut kebijakan untuk membantu masyarakat melalui pandemi corona ini berlaku selama tiga bulan mulai Apri.

"Tagihan pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya 24 juta pelanggan akan digratiskan selama 3 bulan ke depan untuk April, Mei, dan Juni," ujar Jokowi dalam konferensi video di Jakarta, Selasa (31/3).

Sementara 7 juta pelanggan listrik golongan 900 VA akan memperoleh diskon tarif sebesar 50% yang juga berlaku untuk tagihan April, Mei, dan Juni.

Advertisement

(Baca: Menebar Bantuan Tunai di Masa Ekonomi Sulit Pandemi Corona)

Keringanan pembayaran listrik diberikan pemerintah sebagai bentuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat lapisan bawah. Ini dilakukan untuk meringankan beban mereka selama masa sulit pandemi corona.

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara  telah menyatakan kesanggupan untuk memberikan keringanan tarif listrik bagi rumah tangga miskin golongan 450 VA dan 900 VA . Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Rahardjo mengatakan pihaknya bakal mendukung langkah pemerintah guna membantu masyarakat di tengah masa sulit akibat merebaknya Covid-19.

Pihaknya pun telah mendiskusikan beberapa  skenario guna memberikan keringanan tagihan tarif listrik bagi masyarakat tidak mampu. Namun, ia enggan menjabarkannya. 

(Baca: Peneliti Pertanyakan Kesiapan RI Hadapi Bencana Alam di Tengah Pandemi)

Adapun PLN sebelumnya menjelaskan bakal menghitung tagihan listrik periode April 2020 dari rata-rata pemakaian tiga bulan terakhir. Ini lantaran petugas pencatat dan pemeriksa stand meter ditangguhkan sementara demi mencegah virus corona.

Kebijakan tersebut berlaku untuk 37,66 juta pelanggan pascabayar. "Perhitungan pembayaran April 2020 menggunakan data dari historis rata-rata pemakaian kWh pada Desember, Januari dan Februari 2020," kata Senior Executive Vice President (SEVP) Dept. Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono dalam keterangan tertulis pada Kamis (26/3).

Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait