Terbantu Rencana Stimulus Besar G20, Rupiah Menguat ke Rp 16.170 / US$

Rupiah menguat ditopang rencana negara-negara G20 untuk menyuntikkan stimulus ke perekonomian global mencapai US$ 5 triliun untuk meredam dampak corona.
Agatha Olivia Victoria
27 Maret 2020, 17:03
rupiah, nilai tukar, stimulus global, pandemi corona
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah menguat 0,83% ke level Rp 16.170 per dolar AS pada pasar spot sore ini, Jumat (27/3).

Nilai tukar rupiah menguat 0,83% ke level Rp 16.170 per dolar AS pada pasar spot sore ini, Jumat (27/3). Rupiah menguat terutama didorong rencana negara-negara G20 untuk menyuntikkan stimulus ke perekonomian global mencapai US$ 5 triliun guna merendam dampak pandemi corona.

Sejumlah mata uang Asia menguat sore ini. Mengutip Bloomberg, yen Jepang turun 0,53%, dolar Hong Kong 0,01%, dolar Taiwan 0,2%, won Korea Selatan 1,81%, peso Filipina 0,25%, dan baht Thailand 0,19%.

Sementara itu, Dolar Singapura menguat 0,24%, rupee India naik 0,3%, serta yuan Tiongkok dan ringgit Malaysia perkasa masing-masing 0,27%.

Adapun kerdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate, Mata Uang Garuda menguat 98 poin ke level Rp 16.230.

Advertisement

(Baca: Jumlah Kasus Positif Corona di Indonesia Tembus 1.000 Orang)

Direktur TRX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan penguatan rupiah hari ini terutama ditopang oleh hasil KTT G-20 secara virtual yang menghasilkan kesepakatan untuk menyuntikkan stimulus ke perekonomian mencapai US$ 5 triliun. Selain itu, penanganan Covid-19 di Indonesia juga menunjukkan kemajuan melalui langkah karantina wilayah atau Lockdown yang diumumkan sejumlah daerah. 

"Di samping itu, BI terus melakukan kooordinasi dengan para pengusaha untuk bersama-sama melakukan intervensi sehingga kepanikan pasar berkurang," ujar Ibrahim, Jumat (27/3). 

Ibrahim pun memperkirakan rupiah pada awal pekan depan berpotensi menguat ke level Rp 15.900 per dolar AS hingga Rp 16.250 per dolar AS.

(Baca: Ekonom Sebut Bantuan Tunai Lebih Efektif Dari Stimulus Ekonomi Lainnya)

Langkah stimulus global pun berhasil menahan laju aliran modal asing keluar Indonesia. Berdasarkan data setelmen 23-26 Maret 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net jual Rp 25,05 triliun. Angka tersebut menurun jika dibandingkan aliran modal asing yang keluar pada pekan ketiga Maret. Berdasarkan data setelmen 16-19 Maret 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net jual Rp 37,83 triliun.

BI juga mencatat premi currency default swap (CDS) Indonesia 5 tahun turun ke 181 basis poin per 26 Maret 2020 dari 239 basis poin per 20 Maret 2020. Penurunan CDS didorong oleh meredanya kepanikan di pasar keuangan.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Wajiyo menyebut, aliran modal asing yang keluar dari Tanah Air memang berkurang pada pekan ini.  "Outflow sedikit mengalami penurunan dan ini menunjukkan kondisi pasar keuangan, valas, saham, dan obligasi semakin membaik," ucap Perry di Jakarta, kemarin.

BI berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar. Untuk itu, BI terus meningkatkan intensitas stabilisasi di pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), pasar spot, dan pembelian SBN dari pasar sekunder.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait