Bursa Saham Wall Street Ambruk 12%, Dow Jones Turun Hampir 3.000 Poin

Penurunan bursa saham AS pada Senin (16/3) menjadi yang terburuk sejak 1987. Investor ketakutan dampak pandemi corona lebih buruk dari perkiraan.
Image title
17 Maret 2020, 06:46
wall street, dow jones, bursa saham AS ambruk, pandemi corona, virus corona, The fed pangkas bunga
ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid/ama/cf
Ilustrasi. Tiga indeks utama AS turun tajam pada perdagangan kemarin. S&P 500 anjlok hampir 12%, Dow Jones 12,99%, dan Nasdaq Composite 12,3%.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Bursa saham Wall Street anjlok 12% pada perdagangan Senin (16/3) usai Bank Sentral AS, The Federal Reserve secara mendadak memangkas suku bunga acuan hingga mendekati nol pada hari sebelumnya. Indeks Dow Jones bahkan jatuh hampir 3.000 poin, terburuk sepanjang sejarah.

Tiga indeks utama AS turun tajam. S&P 500 anjlok hampir 12%, Dow Jones 12,99%, dan Nasdaq Composite 12,3%.

Dikutip dari CNN, bursa saham AS melemah tajam sejak pembukaan pasar lantaran khawatir dengan tindakan kebijakan darurat yang ditempuh oleh bank sentral global, terutama The Federal Reserve. Pemangkasan bunga AS hingga mendekati nol membuat investor ketakutan kondisi ekonomi akan jauh lebih buruh dari perkiraan.

S&P 500 dibuka turun 8,1% dan perdagangan sempat dihentikan selama 15 menit karena penurunan lebih dari 7%. Sementara Dow Jones dibuka anjlok 9,7%, atau 2.250 poin lebih rendah dan Nasdaq Composite turun 6,1%.

(Baca: IHSG Anjlok Hingga 3,99% Terseret Kebijakan The Fed Pangkas Bunga)

Saham semakin jatuh ke posisi terendah di jam terakhir perdagangan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa wabah virus corona dapat berlangsung hingga Julu atau Agustus.

Berdasarkan salah satu ukuran volatilitas bursa saham, kekacauan yang ditimbulkan virus corona di Wall Street saat ini malampaui apa yang dialami saat krisis keuangan 2008.

The VIX, ukuran volatilitas pasar saham melonjak 43% menjadi 86,69 pada Senin karena ketakutan terhadap virus corona. Menurut refinitiv, ini melewati rekor sebelumnya pada 24 Oktober 2008.

Sebelumnya, The Fes mengambil langkah esktrim dengan memangkas suku bunga acuan mendekati nol pada Minggu (15/3) waktu setempat. Langkah ini dilakukan guna mendukung ekonomi AS selama pandemi virus corona.

(Baca: Guyuran Stimulus Global Tahan Penurunan Bursa Saham Asia)

The Fed memangkas Fed fund rate menjadi di antara target 0% hingga 0,25%. Bank Sentral AS itu sebelumnya telah memangkas bunga acuannya itu sebesar 0,5% menjadi 1% hingga 1,25% pada awal bulan ini.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan dalam konferensi pers bahwa langkah tersebut akan memiliki pengaruh signifikan pada aktivitas ekonomi dalam waktu dekat dan akan mendorong aktivitas ekonomi di luar AS.

Ekonomi AS diperkirakan bakal tertekan hingga kuartal kedua akibat pandemi corona, tetapi menolak memprediksi resesi atau masa depan perekonomian. Menurut Powell, ini bergantung pada seberapa luas dan lama penyebaran Covid-19.

Editor: Agustiyanti

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait