IHSG & Rupiah Terguncang Corona, Jokowi: Kita Tak Bisa Lawan Kepanikan

Presiden Joko Widodo merespons penurunan tajam pada nilai tukar rupiah dan IHSG seiring peningkatan penyebaran virus corona.
Dimas Jarot Bayu
13 Maret 2020, 20:10
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pd
Presiden Joko Widodo menyebut guncangan di pasar keuangan akibat virus corona terjadi di seluruh dunia.

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan merosot tajam sejak penyebaran virus corona merebak. Presiden Joko Widodo menyebut, guncangan terhadap pasar keuangan akibat wabah Covid-19 tak hanya dialami Indonesia, tetapi hampir semua negara.

“Sekarang ini pasar keuangan di seluruh dunia mengalami keguncangan, kepanikan. Kita tidak bisa melawan kepanikan global,” kata Jokowi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3).

Meski demikian, pemerintah akan selalu memantau pergerakan pasar yang terdampak pandemi ini. Pemerintah juga telah memberikan stimulus untuk menahan guncangan terhadap pasar keuangan dalam negeri.

Stimulus antara lain berupa relaksasi dan kelonggaran pajak. “OJK juga sudah memberikan relaksasi dan kelonggaran, policy-nya cepat. BI juga berikan relaksasi dan kelongggaran,” kata Jokowi.

Advertisement

(Baca: Sempat Anjlok dan Dibekukan, IHSG Ditutup Menguat Tipis 0,24%)

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta jajarannya untuk menyempurnakan protokol krisis untuk mengatasi melemahnya IHSG dan rupiah. Penyempurnaan ini diperlukan sebagai jaring pengaman untuk sektor keuangan. 

Jika protokol krisis memadai, hal tersebut dapat memberikan ketenangan ke pasar, pelaku ekonomi, dan pembuat kebijakan. Meski demikian, mantan Direktur Manajer Bank Dunia ini berharap tak menggunakan protokol krisis. 

"Tapi sama seperti orang naik mobil yang punya ban serep, kita harus yakinkan seluruh mekanisme protokol krisis efektif," ucap Sri Mulyani.

(Baca: Kasus Positif Corona di Indonesia Meroket Dua Kali Lipat jadi 69 Orang)

Sekadar informasi, IHSG sempat anjlok hingga lebih dari 5% pada awal perdagangan sesi I hingga dihentikan selama 30 menit. Namun, indeks berhasil berbalik arah dan ditutup menguat 0,24% ke posisi 4.907.

Sementara nilai tukar rupiah pada pembukaan pasar spot pagi ini sempat melemah 2,05% hingga menyentuh level Rp 14.820 per dolar AS. Rupiah ditutup di level Rp 14.777 per dolar AS.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait