Rupiah Berbalik Melemah usai Satu Pasien Virus Corona Meninggal Dunia

Rupiah dibuka menguat pada perdagangan pagi ini, tetapi berbalik melemah usai pemerintah menyatakan satu pasien positif virus corona meninggal dunia.
Agatha Olivia Victoria
11 Maret 2020, 17:03
rupiah, nilai tukar, rupiah melemah, virus corona
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Ilustrasi. Posisi rupiah menguat 88 poin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar menjadi Rp 14.323 per dolar AS yang dipublikasikan BI pada pukul 10.00 WIB.

Nilai tukar rupiah melemah 0,16% ke level Rp 14.374 per dolar AS pada perdagangan pasar spot sore ini, Rabu (11/3).  Rupiah berbalik melemah setelah dibuka menguat usai salah satu pasien positif virus corona di Indonesia dinyatakan meninggal dunia.

Beberapa mata uang Asia lainnya juga turut melemah terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, dolar Taiwan turun 0,26%, won Korea Selatan 0,07%, dan baht Thailand 0,05%.

Sementara sebagian besar mata uang Asia lainnya menguat. Yen Jepang naik 0,36%, dolar Hong Kong 0,01%, dolar Singapura dan peso Filipina 0,03%, rupee India 0,48%, yuan Tiongkok 0,1%, dan ringgit Malaysia 0,15%.

Sementara itu, posisi rupiah menguat 88 poin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar menjadi Rp 14.323 per dolar AS yang dipublikasikan BI pada pukul 10.00 WIB.

Advertisement

(Baca: Satu Pasien Corona Meninggal di Dalam Negeri, IHSG Turun Kian Dalam)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh perkembangan virus corona. Saat ini,  terdapat satu pasien positif virus corona  di Indonesia yang baru dinyatakan meninggal.

"Ini bisa dijadikan sebagai alasan pelemahan rupiah," kata Ibrahim kepada Katadata.co.id, Selasa (11/3).

Pasien virus corona yang meninggal tersebut merupakan kasus nomor 25. Ia merupakan warga negara asing berusia 53 tahun.

Meski begitu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, mengatakan pasien tersebut meninggal karena menderita beberapa penyakit lain. Komplikasi tersebut telah diderita pasien 25 sebelum dirawat di rumah sakit.

(Baca: Dinyatakan Negatif Corona, Pasien ke-6 dan ke-14 Bisa Pulang Hari ini)

Pemerintah pada Selasa (10/3) menyebut jumlah pasien virus corona mencapai 27 orang. Namun, satu orang kini telah meninggal dunia dan dua orang telah dinyatakan sehat dan siap pulang. 

Tak hanya di Indonesia, lonjakan kasus baru masih terjadi di belahan dunia lain. "Berdasarkan data kompilasi John Hopkins University CSSE, Covid-19 telah menjangkiti separuh negara di dunia dan menginfeksi lebih dari 118.000 orang, serta merenggut nyawa tak kurang dari 4.200 orang," ujar Ibrahim.

Di sisi lain, jumlah kasus yang dilaporkan di Tiongkok sebagai episentrum penyebaran virus terus berkurang. Berdasarkan laporan terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, jumlah kasus infeksi Covid-19 bertambah 24 orang dan korban meninggal bertambah 22 orang. Semuanya dilaporkan dari Provinsi Hubei, Tiongkok.

Pemerintah dan BI, menurut dia, juga akan kembali melakukan intervensi fiskal dan moneter.  Ia pun memperkirakan rupiah dapat kembali menguat pada perdagangan besok dan bergerak pada rentang Rp 14.330 hingga Rp 14.350 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait