Asing Tak Percaya Pasar RI, Erick Thohir Minta BUMN Buyback Saham

Erick Thohir mengibaratkan langkah buyback saham BUMN dengan keputusan pemerintah meningkatkan serapan biodiesel saat di boikot Uni Eropa.
Image title
11 Maret 2020, 14:25
erick thohir, buyback saham, biodiesel, buyback saham bumn
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut perusahaan-perusahaan pelat merah akan melakukan aksi buyback saham.

Sebanyak 12 Badan Usaha Milik Negara berencana membeli saham yang beredar atau buy back guna membantu menahan laju penurunan pasar saham yang ditinggal oleh para investor asing. Sejak awal tahun, asing mencatatkan jual bersih senilai Rp 7,04 triliun di seluruh pasar.

"Ketika asing tidak percaya sama kita, ya kita jalan sendiri. Kita punya market yang besar," kata Menteri BUMN Erick Thohir ketika ditemui di Jakarta, Rabu (11/3).

Dia menyamakan langkah buy back saham BUMN dengan kebijakan yang diambil pemerintah terkait industri kelapa sawit yang diboikot oleh Uni Eropa. Indonesia memilih mengambil langkah meningkatkan bahan bakar biodiesel hingga 30% alias B30.

"Dan terbukti dengan B30, industri kelapa sawit menjadi baik. Kita bisa lakukan terbaik buat kita," kata Erick.

(Baca: BI Catat Aliran Modal Asing Keluar RI Rp 40,16 T Akibat Virus Corona)

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan ada 12 perusahaan pelat merah dengan nilai kapitalisasi pasar yang besar menyiapkan total dana Rp 8 triliun untuk buy back saham. Per hari ini, 12 BUMN tersebut sudah mendapatkan persetujuan untuk melakukan aksi tersebut.

Nmun, pria yang akrab disapa Tiko ini mengatakan langkah tersebut dilakukan dengan tetap melihat situasi karena volatilitas di pasar saham diperkirakan berlangsung lama.Meski sudah menyiapkan dana, penggunaanya tetap tergantung dengan perubahan fundamental perusahaan. "Kami akan taktis, tidak gelontorkan sekaligus," katanya.

Dia menambahkan, dari total dana yang disiapkan tersebut, bank-bank milik pemerintah memiliki porsi dana yang paling besar. Keempat bank BUMN disebut bakal melakukan buy back saham, yaitu Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Tabungan Negara (BBTN), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Sementara, untuk perusahaan yang tidak begitu memiliki likuiditas seperti sektor konstruksi, tidak banyak mengambil porsi saham beredar. "Untuk konstruksi, mereka yang tidak punya likuiditas seperti Adhi Karya (ADHI), mungkin tidak masuk," katanya.

(Baca: 12 BUMN Siap Buyback Saham Milik Publik Senilai Rp 7 - 8 Triliun)

Selain Adhi Karya, perusahaan lain di sektor konstruksi yang bakal melakukan buy back saham yaitu Wijaya Karya (WIKA), Pembangunan Perumahan (PTPP), Jasa Marga (JSMR), dan Waskita Karya (WSKT). Sementara, BUMN lainnya berasal dari sektor tambang yaitu Aneka Tambang (ANTM), Bukit Asam (PTBA), dan Timah (TINS).

Sebelumnya OJK mengizinkan seluruh emiten untuk melakukan buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kebijakan ini guna memulihkan pasar saham yang anjlok akibat ketakutan investor terhadap perkembangan wabah virus corona dan dampaknya ke ekonomi.

Adapun jumlah saham yang dapat dibeli kembali menurut Surat Edaran OJK No.3/SEOJK.4/2020 yang dikeluarkan pada Senin (9/3), paling banyak 20% dari modal disetor dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar sebesar 7,5% dari modal disetor.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait