Ekonomi Stabil, BI Pertahankan Bunga Acuan di Level 5%

BI juga mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan atau deposit facility sebesar 4,5%, dan bunga pinjaman atau lending facility sebesar 6%.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
23 Januari 2020, 14:28
BI, suku bunga acuan BI, BI 7 days reverse repo rate
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers tentang hasil Rapat Dewan Gubernur BI.

Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 5%. Suku bunga fasilitas simpanan atau deposit facility tetap sebesar 4,25%, dan bunga pinjaman atau lending facility tak berubah sebesar 5,75%.

"Dengan perkembangan dan asesmen berdasarkan outlook ekonomi global maupun domestik, Rapat Dewan Gubernur BI pada 22-23 Januari 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 5%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/1). 

Ke depan, menurut Perry, kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan sasaran inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi. 

Adapun prospek perekonomian global membaik seiring menurunnya ketidakpastian seiring kesepakatan dagang AS dan Tiongkok.  Sementara perekonomian dalam negeri tetap berdaya tahan didorong oleh perkembangan ekspor dan konsumsi rumah tangga yang tetap baik.

"Pertumbuhan ekonomi tahun lalu bisa mencapai 5,1% dan dapat meningkat menjadi 5,1% hingga 5,5% pada 2020," jelas dia. 

(Baca: Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,14%)

Neraca pembayaran membaik pada kuartal IV 2019 didorong aliran modal asing sehingga mampu menopang ketahanan eksternal. Aliran modal asing yang masuk pada periode tersebut mencapai US$ 6,39 miliar, lebih baik dibanding kuartal sebelumnya.

"Defisit transaksi berjalan sepanjang 2019 diperkirakan mencapai 2,7% terhadap PDB," kata dia.

BI juga menilai penguatan rupiah saat ini juga masih sesuai dengan fundamental. Rupiah juga diperkirakan tetap stabil didukung oleh aliran modal asing dan inflasi yang terkendali. 

(Baca: Jokowi Minta Waspadai Rupiah Kuat, BI Anggap Masih Sesuai Fundamental)

Transmisi kebijakan moneter, menurut Perry, juga berjalan dengan baik meski penurunan bunga perbankan belum optimal. Pertumbuhan kredit dan DPK pada November 2019 juga dinilai belum kuat meski membaik dibandingkan bulan sebelumnya. 

"Meskipun pertumbuhan kredit belum kuat, sumber pendanaan lain seperti pasar modal dan fintech tumbuh kuat," jelas dia. 

BI sepanjang tahun lalu telah menurunkan suku bunga acuannya sebanyak empat kali atau 1%. Berikut pergerakan suku bunga BI pada tahun lalu. 

 

 

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait