Ekonomi Belum Membaik, BI Ramal Kredit Kuartal I Masih Tumbuh Lemah

BI memperkirakan pertumbuhan kredit baru pada kuartal I masih melambat seiring aktivitas ekonomi yang masih lemah.
Agatha Olivia Victoria
17 Januari 2020, 18:22
Nilai tukar rupiah pada hari ini menguat hingga 5 persen sejak 1 Oktober lalu. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak September 2013.
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Pertumbuhan kredit baru pada kuartal I diperkirakan masih akan melambat.

Survei Bank Indonesia atau BI memperkirakan pertumbuhan kredit baru pada kuartal I 2020 masih akan melambat. Perlambatan terutama terjadi akibat masih lemahnya aktivitas perekonomian. 

Adapun proyeksi tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang atau SBT permintaan kredit baru sebesar 31,1%, lebih rendah dibandingkan 70,6% padasebelumnya dan 57,8% pada triwulan yang sama tahun 2018.

"Melambatnya pertumbuhan kredit baru pada kuartal I 2020 sejalan dengan masih melambatnya aktivitas perekonomian," tulis BI dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (16/1).

 (Baca: OJK Bakal Kerek Minimal Modal Inti Bank jadi Rp 3 Triliun)

Dalam survei tersebut, para responden yang terdiri dari para bankir mengatakan bakal memprioritaskan penyaluran kredit modal kerja, kredit investasi, dan konsumsi pada kuartal I 2019. Adapun pada kredit konsumsi, penyaluran akan diprioritaskan pada kredit kendaraan bermotor dan multiguna, 

Adapun kebijakan penyaluran kredit pada kuartal I 2020 juga diperkirakan lebih ketat. Ini terindikasi dari Indeks Lending Standard atau ILS sebesar 12,8%, lebih tinggi dibandingkan 10,6% pada triwulan sebelumnya.

(Baca: OJK Catat Kredit Perbankan pada 2019 Melambat jadi Hanya 6%)

Standar penyaluran kredit akan lebih ketat pada jenis kredit investasi, kredit modal kerja dan kredit UMKM, terutama terkait jangka waktu kredit dan persyaratan administrasi.

Di sisi lain, kebijakan suku bunga kredit dan plafon kredit diperkirakan lebih longgar. 

Survei BI juga memperkirakan dana pihak ketiga masih akan tumbuh melambat pada kuartal I 2020. Perlambatan pertumbuhan terutama terjadi pada simpanan dalam bentuk giro dan tabungan, sedangkan deposito diperkirakan bakal turun dibanding kuartal sebelumnya. 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait