Sektor Manufaktur AS Anjlok akibat Perang Dagang, Terdalam Sejak 2009

Sektor Manufaktur AS turun selama lima bulan berturut-turut dan berada di level terendah dalam 10 tahun terakhir akibat perang dagang dengan Tiongkok.
Image title
Oleh Agustiyanti
6 Januari 2020, 07:37
Presiden AS Donald Trump
ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Milli
Ilustrasi. Presiden AS Donald Trump menyatakan penandatanganan kesepakatan dagang tahap 1 akan dilakukan pada 15 Januari. Kesepakatan dagang tersebut diharapkan menahan laju penurunan sektor manufaktur AS.

Sektor manufaktur Amerika Serikat anjlok pada Desember ke level terendah dalam 10 tahun terakhir akibat perang dagang dengan Tiongkok. Kesepakatan dagang tahap I antara AS dan Tiongkok diharapkan dapat menahan penurunan lebih lanjut.

Institute for Supply Management atau ISM mengatakan indeks aktivitas pabrik AS turun menjadi 47,2 bulan lalu dari 48,1 pada November. Ini merupakan yang terendah sejak Juni 2009. Sementara itu, data pesanan baru dan pekerjaan pabrik juga menunjukkan posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir mengikis harapan sektor manufaktur bakal segera pulih.

Angka di bawah 50 menunjukkan sektor manufaktur memasuki kontraksi atau penurunan. Adapun data Desember menandai bulan kelima, sektor manufaktur AS berada di bawah level acuan tersebut. Ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memproyeksi indeks berada di level 49,0.

Sektor manufaktur telah berada di bawah tekanan pada paruh kedua 2019 akibat tindakan saling berbalas tarif antara AS dan Tiongkok. Perang dagang memperlambat aliran barang antara dua ekonomi terbesar di dunia ini dan pertumbuhan ekonomi global.

(Baca: Kepercayaan Investor Institusi Turun Selama 2019 Akibat Ekonomi Global)

Adapun pada bulan lalu, kedua negara mengumumkan telah mencapai kesepakatan mengenai kesepakatan Fase 1. Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengatakan perjanjian itu akan ditandatangani pada 15 Januari di Washington dan pembicaraan untuk memperkuat kesepakatan Fase 2 yang lebih luas akan segera dimulai.

"Perdagangan global tetap menjadi masalah lintas-industri yang paling signifikan, tetapi ada tanda-tanda bahwa beberapa sektor industri akan membaik sebagai hasil dari perjanjian perdagangan Fase 1," Timothy Fiore, Ketua Komite Survei Bisnis Manufaktur ISM mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Selain hambatan dari gesekan perdagangan, ketidakmampuan Boeing Co (BA.N) untuk memasarkan dan memproduksi pesawat jet 737 Max-nya turut menjadi faktor. Industri peralatan transportasi merupakan yang terlemah dari enam sektor industri besar.

Boeing akan menghentikan produksi pesawat bulan ini hingga regulator mengizinkannya untuk melanjutkan penerbangan setelah dua kecelakaan, dan itu bisa menjadi angin sakal dalam beberapa bulan mendatang, melawan perbaikan yang timbul dari kesepakatan perdagangan.

Meski indeks sektor manufaktur pada Desember adalah yang terendah dalam lebih dari satu dekade, Fiore mengatakan secara kontraksi tersebut masih relatif dangkal.

Biasanya indeks harus turun di bawah 43 untuk menandakan risiko resesi ekonomi yang lebih luas. Kelemahan di sektor manufaktur adalah salah satu kekhawatiran yang mendorong The Federal Reserve AS untuk memangkas suku bunga tiga kali tahun lalu.

(Baca: Kesepakatan Dagang Tahap I AS-Tiongkok Rampung, Berikut Perinciannya)

Secara keseluruhan, ekonomi AS tampaknya berada dalam kondisi yang relatif sehat di akhir 2019, didukung oleh pengangguran yang rendah dan pengeluaran konsumen yang sehat. Konsumsi menyumbang sekitar 70% dari kegiatan ekonomi Negara Paman Sam ini.

Sektor perumahan juga sepertinya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi tahun lalu setelah menjadi hambatan selama beberapa tahun terakhir. Dalam laporan terpisah, Departemen Perdagangan mengatakan belanja konstruksi AS naik lebih dari yang diharapkan pada November dan pembangun juga menghabiskan lebih banyak di bulan-bulan sebelumnya dari yang diperkirakan sebelumnya.

Pengeluaran konstruksi meningkat 0,6% pada bulan November, mengalahkan perkiraan analis sebesar 0,3%. Data untuk Oktober dan September direvisi untuk menunjukkan peningkatan dalam pengeluaran, berbalik arah dari perkiraan sebelumnya yang mengalami kontraksi dalam pengeluaran selama bulan-bulan itu.

Sementara itu, beberapa pembuat mobil AS terbesar pada hari Jumat melaporkan penjualan truk pickup yang stabil, didorong oleh diskon musim liburan dan suku bunga pinjaman kendaraan yang lebih rendah.

Namun, analis memperkirakan keseluruhan penjualan kendaraan 2019 turun sekitar 1% dibandingkan 2018.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait