Tips Mengelola Kembali Keuangan usai Tabungan Menipis akibat Harbolnas

Agatha Olivia Victoria
15 Desember 2019, 14:00
pesta diskon, harbolnas, perencanaan keuangan, perencanaan keuangan tahun depan, memulai investasi
Arief Kamaludin|Katadata
Ilustrasi. Jelang akhir tahun, beragam pesta diskon digelar. Pekan ini, sebagian besar e-commerce di Tanah Air berpartisipasi memberikan diskon besar untuk memeriahkan Harbolnas.

Gelaran diskon hari belanja nasional atau Harbolnas baru saja berakhir. Sebagian besar mal juga biasanya menggelar pesta diskon, beberapa bahkan buka hingga tengah malam atau sering disebut midnight sale.

Ragam diskon akhir tahun cukup menggiurkan dan sering kali secara tak sadar menguras dompet. Belum lagi jika sebagian dari Anda merayakan Natal atau mungkin menggunakan libur panjang akhir tahun untuk berpelesir. Tabungan pun berisiko menipis

Selain menghitung kemungkinan sisa tabungan di akhir tahun, sebaiknya Anda mulai menyusun strategi untuk menata kembali keuangan di awal tahun depan.

Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk menyusun rencana keuangan di tahun depan. Sebagai langkah pertama, Anda dapat menyusun rencana keuangan yang ingin dicapai di awal tahun.

“Apakah akan melunasi utang, mengisi tabungan dana darurat, memulai investasi, atau rencana lainnya,” ujar Teja kepada Katadata.co.id.

(Baca: 6 Tips Transaksi Aman untuk Pemburu Diskon Harbolnas)

Teja menyarankan untuk mengurutkan rencana keuangan yang ingin dicapai berdasarkan skala prioritas. Namun sebaiknya, rencana yang dipilih di awal tahun mudah untuk direalisasikan.

Langkah berikutnya adalah mengeksekusi rencana. Setelah itu, rencana yang telah dijalankan pun perlu dilihat kembali apakah berjalan sesuai yang diinginkan.

Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto menyebut komitmen dan konsistensi merupakan yang utama dalam mencapai rencana keuangan yang dituju. Selain itu, produk dan alat yang akan digunakan jika ingin mencapai tujuan keuangan melalui investasi juga perlu menjadi perhatian.

"Investor, khususnya pemula harus mengetahui profil risiko diri dan produk investasi," kata Eko. 

(Baca: Tips Mengelola Keuangan Saat Liburan Akhir Tahun)

Produk saham  misalnya, memiliki risiko yang tinggi dan jangka waktu investasi yang cukup panjang. Dengan demikian, produk investasi ini sebaiknya dipergunakan untuk kebutuhan jangka panjang. 

Sedangkan untuk tujuan jangka pendek, deposito dan reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan lantaran memiliki risiko rendah dan bersifat likuid. 

Tak ada kata terlambat jika ingin mulai berinvestasi untuk mencapai tujuan keuangan Anda. Tahun baru dapat menjadi awal yang baik. 

Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait