Pernyataan Gubernur The Fed Bikin Rupiah Loyo ke 14.100 per Dolar AS

Rupiah pada perdagangan pagi ini melemah ke posisi Rp 14.100 per dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
14 November 2019, 09:23
rupiah
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah diperkirakan akan melemah pada perdagangan hari ini.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan hari ini, Kamis (14/11) melemah 0,08% ke level Rp 14.090 per dolar AS. Rupiah melemah akibat pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Mengutip Bloomberg, rupiah kian melemah hingga perdagangan pukul 09.18 WIB ke kisaran Rp 14.100 per dolar AS.

Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan,pelemahan rupiah pagi ini disebabkan oleh pernyataan Powell tadi malam terkait suku bunga yang mempengaruhi indeks dolar AS. "Powell mengatakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga selama indikator ekonomi masih tetap pada prospek The Fed," kata Josua kepada Katadata.co.id, Kamis (14/11).

Dikutip dari Reuters, Powell menyatakan, tak akan mengubah suku bunga kecuali prospek ekonomi memburuk secara signifikan. Pemangkasan bunga tiga kali, menurut dia, akan mendorong konsumsi rumah tangga dan bisnis di AS.

Ia juga menilai suku bunga negatif yang diminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak sesuai dengan kondisi ekonomi negara itu. Pasar tenaga kerja AS dinilai kuat dan inflasi terjaga stabil.

(Baca: Trump Minta Bunga Negatif, The Fed: Ekonomi AS Masih Kuat)

Akibat pernyataan tersebut dolar AS diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama kecuali yen Jepang dan franc Swiss. Namun, penguatan dolar AS terpangkas setelah rilis data inflasi inti AS, yang meleset dari perkiraan.

Inflasi inti AS mencatat 2,3% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 2,4% dan juga periode sebelumnya, 2,4%. Saat berita ini ditulis, indeks dolar AS kembali mencatatkan pelemahan 0,02% ke level 98.35.

Josua menilai, melemahnya dolar AS menyusul keraguan pelaku pasar terhadap kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok yang masih belum terlaksana. Pihak Tiongkok menginginkan kesepakatan dengan AS, tidak sepihak menguntungkan AS saja. 

(Baca: Pidato Trump Angkat Emas Dunia, Harga Logam Mulia Antam Naik)

Selain itu, Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok fase pertama sudah dekat. Namun tidak memberikan rincian dan memperingatkan bahwa pemerintah AS akan menaikkan tarif secara substansial pada barang-barang Tiongkok apabila tidak ada kesepakatan.

Josua memperkirakan rupiah bersama mata uang Asia lainnya hari ini cenderung akan melemah. "Dan diperkirakan masih dipengaruhi oleh meningkatnya tensi dagang antara AS dan Tiongkok serta meningkatnya ketegangan di Hong Kong," ucap dia.

Mayoritas mata uang Asia saat ini melemah terhadap dolar AS. Dolar Hongkong turun 0,02% terhadap dolar AS, dolar Taiwan 0,04%, won Korea Selatan 0,18%, rupee India 0,87%, dan ringgit Malaysia 0,0%. Sementara, yen Jepang, dolar Singapura, peso Filipina, baht Thailand, dam yuan Tiongkok menguat. Josua pun memperkirakan rupiah akan berada di rentang Rp 14.050 - 14.150 per dolar AS.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait