Salip Alibaba, IPO Saudi Aramco Berpotensi Cetak Rekor Rp 560 Triliun

Saudi Aramco diperkirakan dapat meraup dana IPO sebesar US$ 40 miliar atau setara Rp 560 triliun, mengalahkan Alibaba yang mengantongi US$ 25 miliar.
Image title
5 November 2019, 19:28
Saudi Aramco
Katadata
Ilustrasi saudi aramco. Pelepasan saham Saudi Aramco digadang-gadang bakal menjadi yang terbesar di dunia, menyalip Alibaba.

Kerajaan Arab Saudi sudah memberikan lampu hijau kepada perusahaan milik pemerintah, Saudi Aramco untuk melaksanakan penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO). Raupan dana IPO BUMN migas Arab Saudi ini digadang-gadang menjadi yang terbesar di dunia, mengalahkan Alibaba.

Melansir CNBC.com, rencana IPO Saudi Aramco telah disetujui oleh regulator pasar modal Arab Saudi  pada hari Minggu lalu, meski detail terkait jumlah saham yang bakal dilepas belum dapat dipastikan. Kendati demikian, IPO tersebut diperkirakan bakal terealisasi pada Desember nanti.

Dalam keterangan tertulis Saudi Aramco, dijelaskan bahwa kepastian harga penawaran dan jumlah saham IPO ini bakal diumumkan pada akhir proses pembentukan buku alias book building.

Saudi Aramco diperkirakan bakal melepas 2% sahamnya di bursa saham Arab Saudi. Setelah itu, perusahaan dikabarkan bakal melepas 5% sahamnya lagi di bursa internasional lainnya, seperti pasar saham New York, London, Hong Kong, hingga Tokyo.

(Baca: Video: Rekor Baru, IPO Saudi Aramco Kalahkan Alibaba)

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memperkirakan, perusahaan ini memiliki nilai kapitalisasi pasar mencapai US$ 2 triliun atau dua kali Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan Indonesia. Namun, pihak perbankan dan orang dalam dari perusahaan, memperkirakan valuasi seluruh saham perusahaan sebesar US$ 1,5 triliun.

Dengan asumsi valuasi saham Saudi Aramco senilai US$ 2 triliun dan rencana melepas 2% saham di dalam negeri, Saudi Aramco dapat meraup US$ 40 miliar atau setara Rp 560 triliun. Raupan dana melalui IPO tersebut berpotensi menjadi yang tertinggi di dunia.

Saat ini, pemegang rekor IPO dengan raupan dana terbesar masih digenggam perusahaan e-commerce asal Tiongkok, Alibaba yang mencapai US$ 25 miliar pada 2014 lalu di New York Stock Exchange. IPO Alibaba mengalahkan beberapa perusahaan raksasa lainnya seperti Apple, Facebook, dan lainnya.

(Baca: Tokopedia Siapkan IPO di Bursa Dua Negara, Kemungkinan di Luar Asia)

Berikut daftar 5 perusahaan IPO terbesar di dunia berdasarkan Investopedia.com.

1. Alibaba Group Holding Limited

Perusahaan yang berbasis di Tiongkok ini resmi menjadi perusahaan go public pada 18 September 2014 lalu dengan raupan dana US$ 21,8 miliar. Namun, empat hari kemudian, penjamin emisinya, yaitu Credit Suisse menggunakan opsi untuk menjual lebih banyak saham ke publik sehingga total dana yang diraup dari IPO ini senilai US$ 25 miliar.

2. Agricultural Bank of China

Perusahaan asal Tiongkok lainnya yang menempati posisi IPO terbesar sepanjang masa yaitu Agricultural Bank of China yang juga dikenal dengan nama AgBank. Bank tersebut melakukan pencatatan di pasar saham pada 7 Juli 2010 dengan mengumpulkan dana US$ 19,2 miliar. Sejalan dengan Alibaba, AgBank pun meningkatkan IPO-nya menjadi US$ 22,1 miliar.

3. Industrial and Commercial Bank of China (ICBC)

Perusahaan berikutnya dengan raupan dana terbesar masih berasal dari Tiongkok, yaitu ICBC Bank yang terdaftar di bursa efek Shanghai dan Hong Kong pada 20 Oktober 2006 dengan total raupan dana US$ 19,1 miliar. Perusahaan pun melakukan opsi opsi melepas lebih banyak saham pada 19 Januari 2007 dan berhasil meraup total US$ 21,9 miliar sejak IPO pertamanya.

4. General Motors Company

Beranjak dari perusahaan-perusahaan asal Tiongkok, kali ini perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat yaitu General Motors yang melakukan IPO pada 16 November 2010. Pabrikan mobil ini berhasil meraup dana senilai US$ 20,1 miliar dari penawaran umum perdana sahamnya.

5. NTT DOCOMO

Perusahaan berikutnya yang mampu meraup dana besar melalui IPO yaitu perusahaan asal telekomunikasi asal Jepang yaitu NTT DOCOMO. Perusahaan tersebut mencatatkan diri di bursa New York Stock Exchange pada 22 Oktober 1998 dengan meraup dana mencapai US$ 18,4 miliar. Namun sekitar 20 tahun kemudian, tepatnya 13 April 2018, NTT secara resmi melakukan delisting dari pasar saham New York.

(Baca: Tokopedia Siapkan IPO di Bursa Dua Negara, Kemungkinan di Luar Asia)

6. Visa

Perusahaan pemrosesan kartu debit dan kredit ini memasuki pasar saham pada 18 Maret 2008 dengan menumpulkan dana dari IPO senilai US$ 17,9 miliar. Menurut Investopedia.com, raupan dana besar tersebut merupakan prestasi yang besar mengingat saat itu tengah terjadi krisi keuangan global.

7. AIA Group

Raupan dana IPO terbesar kemudian berasal dari perusahaan yang berbasis di Hong Kong yaitu AIA, di mana perusahaan investasi dan asuransi ini melakukan IPO pada 21 Oktober 2010. Perusahaan ini berhasil meraup dana IPO dengan total US$ 17,8 miliar.

8. Enel

Perusahaan gas dan listrik asal Italia ini resmi melepas saham ke publik pada 1 November 1999 dengan raupan dana senilai US$ 17,4 miliar.

9. Facebook

IPO perusahaan ini sempat menjadi perhatian. Facebook pertama kali menjadi perusahaan go public pada 1 Mei 2012 dan berhasil meraup dana senilai US$ 16 miliar.

10. Deutsche Telekom AG

Selanjutnya, perusahaan yang mampu meraup dana besar dari proses pelepasan saham perdana ke publik yaitu perusahaan telekomunikasi asal Jerman. Deutsche Telekom AG melepas sahamnya ke publik pada 17 November 1996 dengan meraup dana dari IPO senilai US$ 13 miliar.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait