Capai SDGs, Jokowi Kejar Target Penurunan Pengangguran Perempuan

Presiden Jokowi menegaskan Indonesia siap berkontribusi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di tingkat ASEAN.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
4 November 2019, 18:50
Presiden Joko Widodo
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo saat mengikuti sesi pleno KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, Sabtu (2/11). Jokowi dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN menyatakan komitmen Indonesia mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGS).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia siap berkontribusi dalam mewujudkan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ASEAN. Salah satu target SDGs yang bakal dikejar pencapaiannya, yakni pengangguran, khususnya pengangguran perempuan.

"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kita hanya memiliki 11 tahun lagi untuk mencapai target SDGs,” ujar Jokwi ketika berbicara pada sesi Special Lunch On Sustainable Development di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (4/11).

Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu tujuan SDGs pada 2030. Salah satu targetnya, mencapai ketenagakerjaan secara penuh dan produktif, serta memberikan pekerjaan yang layak bagi seluruh perempuan dan laki-laki. Selain itu, juga pekerjaan layak untuk kaum muda dan orang dengan disabilitas, serta kesetaraan upah bagi pekerjaan yang mempunyai nilai yang sama.

(Baca: Hadapi Ancaman Resesi, Jokowi Ajak Negara Asean Plus Three Solid)

Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 10,96% pada 2014 menjadi 9,66% pada 2018. Ia pun menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia secara konsisten mencapai di atas 5% setiap tahunnya sejak 2014-2018.

Kendati demikian, capaian tersebut dinilai tak cukup. Masih banyak pekerjaan rumah untuk mencapai target-target SDGs pada 2030 mendatang, di antaranya terkait pengangguran, terutama pengangguran perempuan. 

Guna mengejar target tersebut, menurut Jokowi, akses pendidikan bakal semakin ditingkatkan. Data BPS per Februari 2019 mencatat tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 5,01% atau sebanyak 6,82 juta orang. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja untuk laki-laki mencapai 83,18% dan perempuan sebesar 55,5%.

(Baca: Indonesia-Laos Jalin Kerja Sama Hukum Cegah Kejahatan Lintas Negara)

Mantan Wali Kota Solo ini dalam kesempatan tersebut juga menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai target SDGs dan turut berkontribusi pada target pencapaian ASEAN. 

Di tingkat regional, menurut dia, target SDGS yang perlu didorong percepatan pencapaiannya, yakni kesehatan, lingkungan hidup, dan kesehatan. Oleh karena itu, Kepala Negara menilai kemitraan global harus dipertebal lewat ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

"Negara di Kawasan Indo-Pasifik dapat menggunakan platform outlook ini untuk mempertebal kerja sama,” kata Jokowi.

Kontribusi Indonesia di tingkat regional cukup signifikan. Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN seperti tergambar dalam grafik di bawah ini. 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait