Rupiah Menguat Tipis Respons Kabinet Baru Jokowi

Penguatan rupiah antara lain ditopang kepastian jajaran kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua.
Agatha Olivia Victoria
23 Oktober 2019, 17:32
rupiah, dolar as, nilai tukar
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini, Rabu (23/10) menguat tipis 0,06% ke posisi Rp 14.031 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini, Rabu (23/10) menguat tipis 0,06% ke posisi Rp 14.031 per dolar AS. Penguatan rupiah antara lain ditopang kepastian jajaran kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua. 

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menempatkan rupiah menguat 7 poin dari posisi kemarin Rp 14.058 per dolar AS ke posisi Rp 14.051 per dolar AS. 

 Mengutip Bloomberg. mayoritas mata uang Asia sejak pagi juga turut menguat terhadap mata uang negeri Paman Sam. Yen Jepang naik 0,10%, dolar Hongkong satu poin, peso Filipina 0,39%, rupee India 0,05%, yuan Tiongkok 0,04%, dan ringgit Malaysia 0,02%.

Meski begitu, beberapa mata uang Asia terlihat melemah. Pelemahan terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,03%, dolar Taiwan 0,08%, won Korea Selatan 0,21%, dan baht Thailand 0,03%.

(Baca: Umumkan Kabinet Baru, Jokowi: Menteri Jangan Korupsi)

Sementara itu, akun Twitter resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, rupiah sepanjang tahun ini telah menguat 2,49%. Angka ini lebih baik dibandingkan Tiongkok, Malaysia, dan Vietnam.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Renny Eka Putri menilai stabilnya rupiah didorong kepastian jajaran Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. "Ini mengembalikan kepercayaan investor dan berdampak positif terhadap rupiah," kata Renny kepada Katadata.co.id.

Ia menilai, pasar berharap visi dan misi pemerintahan ke depan dapat terealisasi secara optimal. Pergerakan rupiah yang stabil ini, lanjut ia, juga didukung minimnya rilis data domestik.

Pagi ini, Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 menteri dan 4 pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. Proses pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10) pukul 10.30 WIB.

(Baca: OJK Tidak Masalahkan Menteri Politisi, Berharap Pendalaman Pasar Modal)

Para menteri dilantik melalui Keputusan Presiden Nomor 113/P/2019 tentang Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara. Jaksa Agung diangkat berdasarkan Keppres No. 114/P/2019. Sekretaris Kabinet Pramono Anung diangkat melalui Keppres Nomor 115 P/2019.

Pengangkatan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko berdasarkan Keppres Nomor 116/P/2019. Sementara, pemberhentian Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang lama, Thomas Lembong sekaligus pengangkatan Kepala BKPM yang baru, Bahlil Lahadalia dilakukan berdasarkan Keppres 117/P/2019. Usai para menteri baru dilantik presiden, satu per satu kementerian melakukan prosesi serah terima jabatan.

Sebelumnya, Jokowi telah melantik 34 menteri dan 4 kepala lembaga negara Kabinet Idonesia Maju di Istana Merdeka, Rabu (23/10). Sesuai janjinya, porsi menteri dari nonpartai politik (Parpol) lebih banyak dibandingkan perwakilan parpol seperti tergambar dalam grafik di bawah ini.

 

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait