IHSG Menguat 3,35% dalam Delapan Hari Perdagangan Terakhir

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (22/10) kembali ditutup menguat 0,43% menjadi di level 6.225,49.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
22 Oktober 2019, 17:15
IHSG
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Ilustrasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (22/10) kembali ditutup menguat 0,43% menjadi di level 6.225,49.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (22/10) kembali ditutup menguat 0,43% menjadi di level 6.225,49. Dengan penguatan hari ini, IHSG berarti sudah menguat selama delapan hari berturut-turut dan tercatat naik 3,3%. 

IHSG sempat turun hingga berada di level 6.178,55 atau terkoreksi 0,32% yang merupakan level terendah IHSG pada perdagangan hari ini. Sementara, level tertinggi IHSG dicetak di level 6.229,39 atau naik sebesar 0,49%.

Sepanjang hari ini, total volume perdagangan mencapai  16,97 miliar saham dengan nilai transkasi Rp 8,21 triliun dan frekuensi transkasi 505 ribu kali. Tercatat ada 186 saham yang menguat, 224 saham turun, dan 147 saham stagnan.

Berdasarkan indeks sektoral,  industri dasar mempin kenaikan mencapai 1,92%. Saham yang menopang kenaikan sektor ini, antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang naik 6,53% menjadi Rp 6.525 per saham. Lalu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 7,49% menjadi Rp 1.005 per saham dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melaju 0,26% menjadi Rp 9.475 per saham.

(Baca: Sri Mulyani Kembali Jadi Menkeu, Rupiah Menguat ke 14.040 per Dolar AS)

Tercatat pula investor asing pada perdagangan hari ini melakukan aksi jual bersih Rp 40,77 miliar. Meski begitu, di pasar reguler investor asing melakukan beli bersih Rp 64,77 miliar. Sementara, di pasar negosiasi dan tunai investor asing melakukan jual bersih Rp 105,54 miliar.

Adapun pergerakan bursa saham Asia lainnya juga tercatat sejalan dengan bursa Indonesia. Hang Seng Index ditutup menguat 0,23%, Shanghai Composite Index naik 0,5%, dan Strait Times Index melaju 0,69%. 

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyampaikan, kenaikan indeks dalam negeri dan Asia lainnya dipengaruhi oleh pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Cili beberapa pekan lagi. Menurutnya, beberapa perlaku pasar percaya Trump dan Xi akan menandatangani kesepakatan perdagangan.

(Baca: Jokowi Minta Sri Mulyani Tetap Menteri Keuangan, IHSG Melesat 0,49%)

Selain itu, Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Le Yucheng mengatakan pada Selasa (22/10) bahwa kedua negara telah mencapai beberapa kemajuan dalam pembicaraan perdagangan. "Menambahkan bahwa selama kedua belah pihak saling menghormati dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan," kata Nico.

IHSG hari ini yang mampu ditutup kembali naik membuat indeks dalam delapan hari berturut-turut berada di zona hijau. Sejak terakhir ditutup turun pada Kamis 10 Oktober 2019, IHSG sudah naik 201 poin atau  menguat 3,35%.

Kenaikan selama delapan hari tersebut dinilai merupakan respons pelaku pasar atas pemulihan gejolak politik yang sempat terjadi sebelumnya, seperti demonstrasi di beberapa titik. "Penguatan IHSG dalam satu pekan terakhir seiringan dari pemulihan gejolak politik dalam negeri," kata Nico.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait