IHSG Turun Lagi ke 6.023 Tertekan Aksi Ambil Untung Investor

IHSG ditutup melemah 0,09% ke level 6.023,64. Investor asing melakukan jual bersih mencapai Rp 565,34 miliar di seluruh pasar.
Image title
10 Oktober 2019, 16:50
Wartawan mengambil gambar layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (6/9/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,15 poin atau 0,03 persen ke level 6.308,95.
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Ilustrasi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (10/10) kembali ditutup melemah 0,09% ke level 6.023,64. Padahal, sepanjang hari ini, IHSG lebih banyak bergerak di zona hijau.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, terkoreksinya IHSG menjelang penutupan perdagangan hari ini, karena aksi ambil untung (profit taking) dari investor, setelah IHSG berada di zona hijau. IHSG sempat tercatat naik 0,24% di level 6.044,11.

"Jika keuntungan trading berhasil tercapai dengan baik, maka pelaku pasar mengambil aksi profit taking," kata Nafan Aji kepada Katadata.co.id, Jumat (10/10).

Nafan mengatakan, laju positif IHSG di sepanjang perdagangan hari ini, dipengaruhi oleh euforia para pelaku pasar global terkait meningkatnya peluang penurunan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve.

Mengutip dari Reuters, risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve (FOMC Meeting) pada 17-18 September 2019 yang dirilis Rabu (9/10) waktu AS menyebut tujuh dari 17 pembuatan kebijakan suku bunga mengidikasi terdapat satu kali lagi penurunan bunga acuan AS, Fed Fund Rate.

(Baca: IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Saham Tambang Banyak Direkomendasi)

Sementara, lima pembuat kebijakan lainnya tidak melihat adanya pemotongan suku bunga lagi dan lima lainnya memproyeksikan kenaikan suku bunga pada akhir 2019. Investor sangat mengharapkan penurunan suku bunga lagi dalam pertemuan berikutnya pada 29-30 Oktober 2019 waktu setempat.

Adapun pada perdagangan hari ini, volume saham yang ditransaksikan sebanyak 12,52 miliar, dengan nilai transaksi Rp 8,37 triliun, dan frekuensi sebanyak 498.975 kali. Tercatat ada 187 saham yang berada di zona hijau, 205 saham terkokresi, dan ada 150 saham yang bergerak stagnan.

Berdasarkan sektornya, lima dari sembilan sektor yang ada ditutup pada zona hijau, sedangkan sisanya terkoresi. Koreksi pada indeks sektoral dipimpin oleh Agri yang turun 0,77%, antara lain terseret saham AALI yang turun 0,46% menjadi Rp 10.875 per saham dan SSMS  yang turun 1,1% menjadi Rp 895 per saham.

(Baca: Rupiah Menguat di Tengah Kecemasan Negosiasi Dagang AS-Tiongkok)

Sementara, saham penghambat laju negatif indeks hari ini yaitu sektor Properti yang naik 0,87%. Beberapa saham yang menjadi penopangnya seperti PWON yang naik 6,67% menjadi Rp 640 per saham, BSDE naik 4,06% menjadi Rp 1.410 per saham, dan CTRA naik 3,18% menjadi Rp 1.135 per saham.

Investor asing pun tercatat melakukan jual bersih pada perdagangan hari ini dengan nilai Rp 565,34 miliar di seluruh pasar. Lebih detail, di pasar reguler asing melakukan jual bersih senilai Rp 233,78 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai mencapai Rp 331,56 miliar.

Bursa-bursa di Asia lainnya, tercatat ditutup bervariasi. Nikkei 225 Index tercatat ditutup menguat 0,45%, Hang Seng Index naik 0,10%, Shanghai Composite Index juga tercatat naik 0,78%. Sementara, menemani IHSG, bursa Singapura yaitu Strait Times Index tercatat terkoreksi 0,01%.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait