94% Transaksi Ritel Nontunai Masih Gunakan Kartu ATM/Debet

BI mencatat pertumbuhan transaksi nontunai ritel secara tahunan pada Juli 2019 mencapai 14,6%, didominasi transaksi menggunakan kartu ATM/debet.
Image title
27 September 2019, 16:49
transaksi nontunai, kartu atm/debet. uang elektronik
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Ilustrasi. BI mencatat mayoritas transaksi nontunai ritel masih menggunakan kartu ATM/debet.

Bank Indonesia (BI) mencatat transkasi ritel nontunai  meningkat secara signifikan. Pertumbuhannya secara tahunan pada Juli 2019 mencapai 14,6%, didominasi transaksi dengan menggunakan kartu ATM/debet.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menjelaskan transaksi nonritel tunai tersebut terdiri dari kartu ATM/debet, kredit, dan uang elektronik. Dari seluruh transaksi tersebut, pangsa pasar kartu ATM/debet masih mencapai 94% dari seluruh transaksi nontunai.

"Walaupun pertumbuhan tertinggi itu dicatatkan transaksi uang elektronik, mayoritas masyarakat Indonesia paling banyak menggunakan kartu ATM/debet untuk transaksi," ujar Onny saat memberikan pelatihan kepada wartawan di Bali, Jumat (27/8).

(Baca: OVO Jadi Dompet Digital Terbesar di Indonesia Berkat Ekosistem Grab)

Onny menjelaskan transaksi uang elektronik pada Juli 2019 tumbuh mencapai 261,2% secara tahunan. Adapun pertumbuhan kartu debet/ATM mencapai 13,3%, sedangkan transaksi kartu kredit hanya tumbuh 11,7% secara tahunan.

Berdasarkan data Bank Indonesia, rata-rata transaksi uang elektronik pada Agustus 2019 mencapai Rp 12,9 triliun, melonjak dari periode yang sama tahun yang masih mencapai kisaran Rp 3,9 triliun.

(Baca: BI Luncurkan Standar QR Code Agar Sistem Pembayaran Lebih Efisien)

Kemudian nilai transaksi kartu debet pada Agustus 2019 Rp 702,9 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 544 triliun. Sementara nilai transaksi kartu kredit hanya naik tipis dari Rp 26,17 triliun menjadi Rp 28,24 triliun.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait