Sasar Milenial, Pemerintah Berencana Terbitkan 10 SBN Ritel pada 2020

Pemerintah berencana menerbitkan dua seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel lagi hingga akhir tahun ini.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
5 September 2019, 16:46
sbn ritel, sbn
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ilustrasi. Pemerintah berencana menerbitkan dua seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel lagi hingga akhir tahun ini.

Pemerintah berencana menerbitkan 10 seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada tahun depan. Penerbitan instrumen investasi negara itu rencananya akan kembali menyasar generasi milenial. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menjelaskan pemerintah bakal tetap mengintensifkan penerbitan SBN ritel pada tahun depan. Rencananya, menurut dia, kemungkinan akan ada 10 seri SBN ritel yang kembali diterbitkan pada tahun depan. 

"Trennya masih akan sama dengan tahun ini sekitar 10 SBN ritel. Tapi kami lihat lagi nanti strategi pada 2020," katanya.

Adapun sepanjang tahun ini, pemerintah telah meluncurkan delapan seri SBN ritel. Rencananya, masih terdapat dua seri SBN Ritel yang akan diluncurkan hingga akhir tahun ini, yakni ORI016 pada Oktober dan ST-006 pada November.

(Baca: Tawarkan Kupon Lebih Rendah, Kemenkeu Yakin SBR008 Masih Diminati)

Luky menjelaskan, pembelian SBN ritel  jenis SBR (Saving Bond Ritel)  sudah mulai didominasi oleh generasi milenial. Hal ini lantaran penjualan SBR yang sudah dilakukan secara online. 

"Sebelum online peran generasi milenial dalam SBR hanya 20%-23%. Pas online milenial sudah mendominasi," ucap dia.

Menurut dia, penerbitan SBR bukan hanya ditujukan untuk memperoleh penerimaan negara, tetapi juga memperluas basis investor dan memperdalam pasar keuangan. Dengan basis investor domestik yang lebih luas, menurut dia, 

"Kami kan bicara ini bukan untuk jangka pendek, bagaimana membangun investment habbit. Nah, disesuaikan dengan instrumen ini," terang Luky.

(Baca: Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST005 Imbal Hasil Minimal 7,4%)

Bayar via E-Commerce 

Direktur Surat Utang Negara Loto S Ginting menjelaskan ada yang berbeda dalam penerbitan SBR008. Pasalnya, kini transaksi pembayaran untuk membeli instrumen investasi tersebut dapat menggunakan platform pembayaran  milik e-commerce  seperti  Bukalapak, Tokopedia, dan Finnet.  

"Yang menarik pada SBR008 ini yaitu dengan bergabungnya lembaga persepsi sejenis Tokopedia, Bukalapak dan Finnet," terang dia.

Lembaga persepsi adalah bank atau lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk menyediakan layanan setoran penerimaan negara. 

Kemnekeu  sebelumnya telah menunjuk Bukalapak, Tokopedia, dan Finnet sebagai lembaga persepsi. Dengan demikian, platform ketiga perusahaan digital tersebut kini sudah dapat digunakan untuk melakukan pembayaran investasi di Surat Berharga Negara (SBN), termasuk SBR 008. Adapun saat ini terdapat total 86 lembaga persepsi.

 

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait