DPR Tak Setuju Cukai Rokok Naik 10%, Saham GGRM dan HMSP Menghijau

Pada perdagangan hari ini, harga saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 1,73%, sedangkan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik 1,9%.
Image title
3 September 2019, 18:37
hmsp, ggrm, emiten, cukai rokok
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
ilustrasi pergerakan saham. Pada perdagangan hari ini, harga saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 1,73%, sedangkan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik 1,9%.

Saham produsen rokok, seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) tercatat kompak naik pada perdagangan hari ini, Selasa (3/9). Saham Gudang Garam tercatat naik 1,73% menjadi berada di harga Rp 67.550 per saham, sedangkan Sampoerna naik 1,9% menjadi Rp 2.680 per saham.

"Tampaknya pasar merespons penolakan DPR atas rencana kenaikan cukai rokok 10% lebih, (yang diusulkan) oleh pemerintah terhadap industri rokok," kata Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee kepad Katadata.co.id, Selasa (3/9).

(Baca: Penjualan Terancam Turun, Saham Produsen Rokok Tetap Direkomendasikan)

Sedangkan Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji berpandangan lain. Menurutnya, laju saham-saham tersebut naik hanya secara teknikal saja. Pasalnya, meski DPR menolak kenaikan cukai sebesar 10%, parlemen tampaknya masih menyetujui kenaikan cukai sebesar 9%.

"Maka dari itu, kenaikan harga saham Gudang Garam maupun Sampoerna, lebih disebabkan oleh faktor analisa teknikal. Pada daily chart, sudah oversold atau jenuh jual," kata Nafan.

(Baca: Harga Vape Mahal, Gudang Garam Belum Tertarik Bisnis Rokok Elektrik)

Advertisement

Sebagai informasi, saham Gudang Garam pada hari ini diperdagangkan sebanyak 2,8 juta saham dengan nilai transaksi Rp 187,85 miliar, sedangkan frekuensinya sebanyak 6.078 kali. Meski begitu, saham Gudang Garam pada perdagangan hari ini dijual oleh asing dengan nilai bersih Rp 83,25 miliar.

Sementara, saham Sampoerna diperdagangkan sebanyak 64,53 juta saham dengan nilai transaksinya Rp 173,15 miliar dan  frekuensi sebanyak 8.882 kali. Saham Sampoerna tercatat dibeli oleh investor asing dengan nilai beli bersih Rp 18.28 miliar.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait