Surat Utang Kebanjiran Dana Asing, Modal Masuk Hingga Agustus Rp 181 T

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut terjadi peningkatan aliran modal asing dalam sepekan terakhir mencapai Rp 3,2 triliun.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
30 Agustus 2019, 15:03
dolar as, aliran modal asing
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut terjadi peningkatan aliran modal asing dalam sepekan terakhir mencapai Rp 3,2 triliun.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut terjadi peningkatan aliran modal asing dalam sepekan terakhir mencapai Rp 3,2 triliun. Dengan peningkatan tersebut, total aliran modal asing yang masuk sepanjang tahun ini mencapai Rp 180,7 triliun.  

"Seminggu ini ada kenaikan aliran modal asing sebesar Rp 3,2 triliun di mana memang ke Surat Berharga Negara (SBN) masuk Rp 4,1 triliun. Sehingga sekarang inflow asing angkanya Rp 180,7 triliun," katanya di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (30/8).

Ia menjelaskan aliran modal asing tersebut, terdiri dari dana yang masuk ke SBN dan saham. Secara rinci, terdapat Rp 118,9 triliun yang masuk ke pasar SBN dan Rp 60,8 triliun yang masuk ke pasar saham.

(Baca: Sri Mulyani: Nilai Tukar Rupiah Tahun Depan Sulit Diprediksi)

Selain itu, Perry menyebutkan bahwa  risiko investasi Indonesia yang tercermin dari angka Credit Default Swap atau CDS turut mengalami penurunan. Tercatat, CDS Indonesia untuk 5 tahun turun menjadi 90,4 basis poin (bps).

"Ini lebih rendah dari minggu sebelumnya yakni 91,9 bps yang menunjukkan konfiden terhadap Indonesia makin baik," ucap dia.

Dana asing yang kian deras dinilai Perry menjadikan nilai tukar rupiah tetap stabil. Kestabilan rupiah disebutkan ia cukup baik di tengah ketidakpastian ketegangan perdagangan dan meningkatnya risiko geopolitik di Inggris terkait Brexit.

(Baca: Risiko Investasi Surat Utang RI Terus Naik, Gubernur BI: Jangan Panik)

Ia pun menegaskan pihaknya akan terus menempuh langkah stabilisasi apabila diperlukan. Dengan demikian, imbal hasil pasar keuangan akan tetap menarik dan rupiah terjaga.

"Jadi biasa kalau jangka pendek rupiah kita naik turun. Tapi yang penting mekanisme pasar berlangsung mendukung stabilitas," tutup Perry.

Adapun pada perdagangan di pasar spot hingga pukul 15.00 WIB,  rupiah tercatat menguat 0,26% dibandingkan penutupan kemarin ke posisi Rp 14.200 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait