Analis Sebut Perombakan Direksi BUMN Positif Asal Profesional

Hingga 18 September 2019, terdapat enam BUMN yang berencana menggelar RUPSLB dengan agenda pergantian pengurus perusahaan, termasuk BTN pada hari ini.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
29 Agustus 2019, 13:10
rupslb, bumn, perombakan direksi
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi gedung BUMN. Sejumlah BUMN menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda perubahan jajaran direksi.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) hari ini, Kamis (29/8), dijadwalkan untuk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada pukul 14.00 WIB. Salah satu mata acaranya yaitu perubahan pengurus perseroan, meski sudah dilarang oleh Presiden Joko Widodo hingga Oktober nanti.

Direktur Utama BTN Maryono pernah menyampaikan, mata acara perubahan susunan direksi ini tetap ada. Pasalnya, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 17 Mei 2019 lalu, RUPST menyepakati perubahan direksi. RUPST menunjuk Nixon L.P Napitupulu sebagai Direktur Finance, Treasury and Strategy menggantikan Iman Nugroho Soeko.

Namun, saat ini, Nixon masih merangkap jabatan sebagai Direktur Collection, Aset Management hingga ada pengganti untuk jabatannya tersebut. Untuk itu, Maryono mengatakan, kemungkinan adanya mata acara perubahan susunan pengurus perseroan karena ada dua posisi kursi yang dijabat rangkap oleh satu orang.

(Baca: Dilarang Jokowi, 7 BUMN Tetap Gelar RUPSLB Rombak Pengurus)

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, idealnya dua posisi yang dijabat oleh satu orang tersebut harus segera diisi karena masing-masing posisi memiliki tanggung jawab yang berbeda. "Kalau bisa, jangan sampai rangkap jabatan dan sebisa mungkin punya kapasitas, yang di mana harus ikut fit and proper test," kata Nico pad Rabu (28/8).

Selain BTN, beberapa BUMN terutama yang melantai di pasar modal juga bakal melakukan perombakan direksi Kemarin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) baru saja menggelar RUPSLB. Namun, pemegang saham Bank Mandiri hanya mengganti salah satu komisarisnya saja, bukan jajaran direksi.

Sedangkan, hingga 18 September 2019 mendatang masih ada enam BUMN yang berencana menggelar RUPSLB dengan agenda pergantian pengurus perusahaan, termasuk BTN di dalamnya. Nico menilai, di luar perintah Jokowi yang sudah melarang, perubahan jajaran pengurus perseroan bisa berbuah positif.

(Baca: Gelar RUPSLB, Bank Mandiri Angkat Rionald Silaban Jadi Komisaris)

"Selama orang yang diganti memiliki kapasitas yang sesuai, akan membuat perkembangan perusahaan jadi lebih baik lagi," kata Nico.

Menurutnya, kapasitas orang yang ditunjuk sebagai jajaran pengurus perseroan idealnya diduduki oleh profesional atau pun orang dari dalam perseroan yang sudah mengetahui seluk-beluk bisnis perusahaan tersebut. "Selama perombakan, orang yang memimpin sesuai kapasitasnya, perusahaan akan maju," katanya.

Beberapa perusahaan yang sudah go public, yang dijadwalkan menggelar RUPSLB dengan mata acara perubahan pengurus perseroan di antaranya, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Negara Indonesia (BNI), Perusahaan Gas Negara (PGN), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Indofarma, dan Kimia Farma.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait