Luhut Serahkan Kerja Sama BPJS dan Asuransi Tiongkok ke Menteri Puan

Ping An Insurance dinilai memiliki rekam jejak yang baik sehingga diharapkan mampu membantu mengatasi masalah defisit BPJS Keuangan.
Image title
Oleh Fahmi Ramadhan
26 Agustus 2019, 19:48
Luhut Binsar Pandjaitan
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku hanya bertugas sebagai perantara untuk mempertemukan Ping An Insurance dan BPJS Kesehatan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tak mengetahui kelanjutan kerja sama antara asal Tiongkok, Ping An Insurance dengan Badan Penyelenggara Jaminan Nasional Sosial (BPJS) Kesehatan. Alasannya, urusan kerja sama keduanya kini berada di bawah wewenang Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. 

 "Saya tidak tahu, saya sudah ketemukan (Ping An dan BPJS Kesehatan), ya sudah. Nanti urusannya Bu Puan itu, bukan urusan saya,"  ujar Luhut ketika ditemui di kantornya, Senin, (26/8). 

(Baca: Ping An, Raksasa Asuransi Tiongkok Calon Penasihat BPJS Kesehatan)

Luhut mengaku hanya bertugas sebagai perantara untuk mempertemukan kedua perusahaan asuransi tersebut. Menurut dia, Ping An Insurance memiliki rekam jejak yang cukup baik di bidang asuransi sehingga diharapkan mampu membantu menyelesaikan masalah defisit BPJS Kesehatan. 

 Saat ini, menurut dia, jasa konsulitas Ping An juga sudah dipergunakan oleh Singapura. 

"Iya success story-nya. Kan yang sukses history-nya mana? Baru Tiongkok. Boleh juga mereka jadi konsultan kita," ucapnya.

Sebelumya mantan Kepala Staf Kepresidenan mengaku mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk ikut memberikan masukan dalam memperbaiki sistem BPJS Kesehatan agar tak terus didera defisit. Luhut pun mengemukakan ide untuk bekerja sama dengan Ping An Insurance.

(Baca: Luhut: Bantuan Perusahaan Tiongkok untuk BPJS Kesehatan Sebatas Saran)

Ia menjelaskan ide tersebut bermula dari pertemuannya dengan salah satu pemimpin Ping An Insurance saat berkunjung ke Tiongkok pada bulan lalu. Kendati demikian, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas saran dan belum ada kerja sama antara korporasi itu dengan pemerintah. 

"Dari perbincangan itu, perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan sukses membantu efisiensi bisnis mereka,” kata dia dalam siaran pers, Minggu (25/8). 

 

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait