Rupiah Melemah ke 14.250 per Dolar AS Masih Gara-gara Perang Dagang

Mayoritas mata uang Asia sore ini bergerak melemah terhadap dolar AS. Hanya yen dan ringgit yang berhasil menguat.
Image title
Oleh Agustiyanti
12 Agustus 2019, 17:01
rupiah, dolar as, nilai tukar
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi dolar AS. Rupiah pada perdagangan sore ini berada di posisi Rp14.250 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini melemah 56 poin atau 0,39% ke level Rp 14.250 per dolar AS.

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah pada posisi Rp 14.220 per dolar AS, melemah dari akhir pekan lalu Rp 14.195 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, mayoritas mata uang Asia sore ini bergerak melemah terhadap dolar AS. Pelemahan paling dalam terjadi pada peso Filipina sebesar 0,56%, disusul won Korea 0,5%, dolar Taiwan 0,3%, baht Thailand 0,27%, rupee India 0,14%, dan yuan China hanya 0,03%.

Sementara ringgit Malaysia menguat 0,04% dan yen Jepang perkasa 0,5%.

(Baca: BI Tunggu Waktu Tepat untuk Pangkas Lagi Bunga Acuan)

Adapun mata uang lainnya, yakni euro melemah 0,2%, dolar Australia melemah 0,49%, sedangkan poundsterling menguat 0,29%.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures menjelaskan sentimen pergerakan rupiah pada hari ini masih berputar pada sentimen perang dagang. Presiden AS Donald Trump sebelumnya melontarkan cuitan pada akun Twitter-nya yang memberikan persepsi bahwa perang dagang dengan Tiongkok tak akan rampung dalam waktu dekat.

"Kondisi tersebut, memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk rupiah," jelas dia.

(Baca: Pemerintah Khawatirkan Asing Kuasai 40% SBN, OJK: Sudah di-Hedging)

Sementara dikutip dari Reuters, kekhawatiran perang dagang antara AS-Tiongkok yang dapat berujung resesi membawa yen dan surat utang AS menguat pada perdagangan hari ini.

"Indikator risiko dan pasar global yang goyah tercermin dari peningkatan permintaan yen. Aset berlindung yang aman seperti yen dan franc Swiss mendapatkan manfaat dari kondisi saat ini," kata Ahli Strategi Mata Uang Commerzbank Esther Reichelt.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait