Rupiah dan Mata Uang Asia Menguat Tunggu Hasil Rapat The Fed

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pasar spot pagi ini, Rabu (29/4) dibuka menguat 0,58% ke level Rp 15.385 per dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
29 April 2020, 09:24
rupiah, rupiah menguat, dolar as
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Rupiah pagi ini menguat bersama mata uang Asia lainnya.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pasar spot pagi ini, Rabu (29/4) dibuka menguat 0,58% ke level Rp 15.385 per dolar Amerika Serikat. Rupiah menguat seiring penantian hasil rapat Bank Sentral AS, The Federal Reserve yang akan dipublikasikan dini hari nanti.

Mayoritas mata uang Asia juga perkasa terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, yen jepang menguat 0,27%, dolar Singapura 0,09%, dolar Taiwan 0,15%, won Korea Selatan 0,65%, peso Filipina 0,1%, rupee India 0,07%, yuan Tiongkok 0,05%, ringgit Malaysia 0,01%, dan baht Thailand 0,15%.

Sedangkan dolar Hong Kong dan peso Filipina melemah masing-masing 0,01% dan 0,39%.

Vice President monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan sentimen positif sedang membayangi pergerakan harga aset berisiko pagi ini. "Pasar mengantisipasi hasil rapat The Fed yang akan dirilis jam 1 dini hari nanti," kata Tjendra kepada Katadata.co.id, Rabu (29/4).

Advertisement

(Baca: Harga Emas Antam Anjlok Rp 7.000 per Gram akibat Aksi Ambil Untung)

Menurut Tjendra, The Fed kemungkinan masih akan mengeluarkan pernyataan dovish dan mendukung kebijakan pelonggaran moneter guna memulihkan perekonomian yang terdampak pandemi virus corona. Suku bunga AS juga kemungkinan tak akan berubah.=

"Ini karena kebijakan stimulusnya sudah cukup besar," ucap dia.

Sejak Maret, The Fed diperkirakan sudah mengeluarkan stimulus sebesar US$ 2 triliun untuk pembelian obligasi dan kebijakan lainnya.

(Baca: Kematian akibat Corona di AS Lampaui Korban Perang Vietnam)

Di sisi lain, Tjendra mengungkapkan bahwa rencana pelonggaran lockdown di beberapa negara pandemi seperti di Italia, Spanyol, Perancis,  Selandia Baru, Australia, Kanada dan AS turut memicu sentimen positif kepada rupiah. Harga minyak mentah West Texas Intermediate juga menguat akibat rencana pelonggaran pembatasan tersebut.

Pada pukul 07.41 WIB, harga minyak Brent untuk periode Juni naik 2,20% menjadi US$ 20,91 per barel. Sedangkan, WTI untuk kontrak Juni 2020 naik 8,91% ke level US$ 13,44 per barel.

Tjendra pun memperkirakan rupiah mungkin bisa menguat hari ini. Potensi penguatan terhadap dolar AS di Rp 15.350 dengan potensi resisten di kisaran Rp 15.500.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait