Uji Coba Obat Covid-19 Berhasil, Rupiah dan Mata Uang Asia Menguat

Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,86% ke level Rp 15.120 per dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
30 April 2020, 09:42
rupiah, nilai tukar, rupiah menguat, covid-19, obat covid-19, uji coba obat corona, bank sentral AS, The Fed
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi. Rupiah pagi ini menguat bersama mata uang sejumlah negara Asia.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pasar spot pagi ini, Kamis (30/4) dibuka menguat 0,86% ke level Rp 15.120 per dolar Amerika Serikat. Rupiah menguat seiring sejumlah sentimen positif, mulai dari hasil uji coba pengobatan Covid-19 hingga keputusan Bank Sentral AS menahan suku bunga acuan.

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah terus bergerak menguat dan berada di posisi Rp 15.116 per dolar AS pada pukul 09.35 WIB. 

Selain rupiah, mata uang sejumlah negara Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,03%, dolar Hong Kong 0,01%, dolar Singapura 0,06%, dolar Taiwan 0,3%, won Korea Selatan 0,82%, peso Filipina 0,19%, rupee India 0,68%, yuan Tiongkok 0,2%, ringgit Malaysia 0,61%, dan baht Thailand 0,1%.

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan sentimen cukup positif pagi ini di pasar keuangan global. "Sentimen positif dipicu oleh laporan kemajuan pengujian obat dari Gilead Sciences," kata Tjendra kepada Katadata.co.id, Kamis (30/4).

Advertisement

(Baca: Ekonomi AS Butuh Waktu Lama Pulih dari Corona, The Fed Tahan Bunga)

Obat pemulihan pasien Covid-19 sukses diuji oleh Gilead Sciences. Pasien menunjukkan kesembuhan yang signifikan dari demam dan gangguan akibat Covid-19.

Selain itu, Tjendra menilai, sentimen positif juga datang dari Bank Sentral AS, The Federal Reserve yang masih mendukung suku bunga acuan mendekati nol. Harga minyak mentah juga bergerak menguat.

 (Baca: Harga Emas Dunia Turun, Logam Mulia Antam Stagnan Rp 928 Ribu/Gram)

Tak hanya itu, terdapat beberapa sentimen positif lainnya, seperti laporan keuangan Facebook dan Microsoft yang menggembirakan, pelonggaran lockdown di beberapa negara, dan data indeks aktivitas manufaktur Tiongkok yang bertumbuh pada April.

"Seluruh sentimen positif tersebut memberikan indikasi awal ke pasar bahwa ekonomi global mulai pulih," ucap dia.

Kendati demikian, Tjendra mengingatkan pasar tetap waspada dengan perkembangan pandemi dan dampak negatif ke perekonomian. Adapun rupiah berpotensi menguat hari ini  dan diperkirakan bergerak pada rentang Rp 15.150-15.450 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait