Pengangguran di RI per Februari Tambah 60 Ribu jadi 6,88 Juta Orang

BPS mencatat jumlah pengangguran hingga Februari 2020 mencapai 6,88 juta orang, belum sepenuhnya mencakup imbas pandemi corona.
Agatha Olivia Victoria
5 Mei 2020, 12:21
bps, pengangguran, pandemi corona
ANTARA FOTO
BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2019 turun tipis dari 5,01% pada periode yang sama tahun lalu menjadi 4,99%.

Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2020 mencapai 6,88 juta orang,  bertambah 60 ribu orang dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun tipis dari 5,01% menjadi 4,99%.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 tercatat sebanyak 137,91 juta orang, bertambah 1,73 juta orang dibanding Februari 2019. Berbeda dengan jumlah angkatan kerja yang bertambah, tingkat partisipasi angkatan kerja turun sebesar 0,15%.

"Tingkat pengangguran terbuka pada Februari ini agak flat atau turun tipis dari 5,01% menjadi 4,99%. Walaupun ada pengurangan pekerja, tetapi juga ada penambahan," ujar Suhariyanto dalam konferensi video, Selasa (5/5). 

(Baca: Kemenaker: 1,4 Juta Pekerja Formal Kena PHK dan Dirumahkan Saat Corona)

Advertisement

Jumlah pengangguran di perkotaan secara persentase berkurang dari 6,3% menjadi 6,15%. Sementara jumlah pengangguran di pedesaaan naik dari 3,45% menjadi 3,55%. 

Suhariyanto menjelaskan, penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 131,03 juta orang, bertambah 1,67 juta orang dari Februari 2019. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terutama berasal dari sektor jasa pendidikan, konstruksi dan kesehatan.

"Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terutama pada pertanian, perdagangan, dan jasa lainnya," kata dia. 

Selama setahun terakhir, presentase pekerja formal juga meningkat sebesar 0,77% menjadi 43,5% atau 56,9 juta orang. Namun, pekerja informal saat ini masih mencapai 74,04 juta orang atau 56,5% total penduduk yang bekerja. 

(Baca: Sengkarut Kartu Prakerja, sebelum Lahir hingga Lari di Tengah Pandemi)

Data pengangguran ini belum sepenuhnya mencakup dampak pandemi virus corona. Seperti diketahui, kasus pertama virus corona di Indonesia baru diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Sementara pembatasan sosial berskala besar pertama kali ditetapkan di wilayah Jakarta dan menyusul wilayah lainnya pada April.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya memprediksi jumlah pengangguran di Indonesia akan melonjak jika pandemi corona tidak diatasi dengan cepat. “Pengangguran yang selama ini menurun dalam lima tahun terakhir akan mengalami kenaikan. Jika skalanya berat bertambah 2,9 juta orang, dan jika lebih berat bisa 5,2 juta orang,” ujar Sri Mulyani, Selasa (14/4).

Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait