Rupiah Menguat ke 15.080 per Dolar AS Meski Ekonomi Kuartal I Anjlok

Image title
5 Mei 2020, 16:38
rupiah, nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi, PDB kuartal I
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini menguat 0,33% ke level Rp 15.080 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini menguat 0,33% ke level Rp 15.080 per dolar AS. Rupiah menguat meski data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 tercatat anjlok menjadi 2,97%, di bawah ekspektasi pemerintah.

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate yang dipublikasikan BI pada pukul 10.00 WIB menempatkan rupiah pada posisi Rp 15.104 per dolar AS, melemah dari posisi kemarin Rp 15.073 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, ringgit Malaysia naik 0,2%, yuan Tiongkok 0,19%, rupee India 0,11%, peso Filipina 0,15%, dan won Korea Selatan 0,73%.

Sementara itu, baht Thailand, dolar Taiwan, dan yen Jepang melemah masing-masing 0,09%, 0,02%, dan 0,04%. Adapun dolar Singapura dan dolar Hong Kong tak bergerak alias stagnan.

(Baca: Terpukul Efek Corona, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Anjlok jadi 2,97%)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan, pasar tak terlalu kecewa dengan data PDB pada kuartal I 2020 lantaran pemerintah dan BI sudah sejak awal menginformasikan dampak pandemi corona akan signifikan pada perekonomian. Di sisi lain, penurunan tambahan kasus dan peningkatan jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di dalam negeri memberikan sentimen positif. 

"Data inflasi April yang rendah di 0,08 % dan tingginya tingkat pengangguran akibat corona membawa harapan tersendiri bagi Pemerintah untuk membuat kebijakan dan melonggarkan PSBB pada awal Juni 2020. Namun, masyarakat harus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," jelas dia. 

Kebijakan pelonggaran PSBB akan membantu roda perekonomian kembali berjalan normal sehingga masyakarat bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Dengan gedung-gedung perkantoran, mal, transportasi baik darat, laut maupun udara serta lainnya kembali dibuka, ketakutan pasar bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal berikutnya akan terjadi kontraksi tidak akan terbukti.

"Arus modal asing kembali masuk ke pasar valas dan obligasi dalam negeri jadi wajar kalau mata uang garuda kembali menguat walaupun mendapat hantaman dari dalam maupun luar," kata dia. 

(Baca: Ekonomi Kuartal I Anjlok jadi 2,97%, Airlangga Sebut Soal Demand Shock)

Sentimen juga datang dari eksternal antara lain dari Bank Sentral Eropa sebesar 1,1 triliun euro dan 500 miliar guna membantu negara-negara yang terdampak virus corona. Selain itu, salah seorang pejabat senior AS juga tengah berupaya menengahi ketegangan hubungan antara AS dan Tiongkok terkait pandemin corona. 

Ibrahim memperkirakan, rupiah pada perdagangan besok akan kembali menguat dan bergerak pada rentang Rp 14.980 hingga Rp 15.150 per dolar AS.

Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 hanya mencapai 2,97%, berada di bawah proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani sebesar 4,6%. Pertumbuhan ini juga merupakan yang terendah sejak 2001, seperti terlihat dalam databoks di bawah ini. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait