Masih Ada 38 Kabupaten/Kota Belum Salurkan BLT Dana Desa

Salah satu kendala penyaluran BLT adalah banyak kepala desa yang baru dilantik sehingga belum menyusun anggaran pendapatan dan belanja.
Agatha Olivia Victoria
27 Mei 2020, 15:57
BLT, dana desa, desa, BLT desa, bansos, bantuan tunai, bansos covid-19
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/wsj.
Warga menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Balai Desa Tanjungkarang, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (18/5).

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mencatat masih ada 38 kabupaten/kota yang belum menyalurkan bantuan langsung tunai atau BLT desa hingga Selasa (26/5). Salah satu kendalanya, banyak kepala desa yang baru dilantik. 

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menjelaskan, hal tersebut menyebabkan belum tersusunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa wilayah tersebut. "Kendala itu salah satunya terjadi di beberapa desa di Nusa Tenggara Timur," ujar Abdul dalam konferensi video, Rabu (27/5).

Kendala lainnya, menurut dia, yakni lokasi antar desa yang cukup berjauhan. Akibatnya, butuh biaya dan tenaga yang besar dalam penyaluran BLT. Adapun menurut Abdul, kendala tersebut terjadi kebanyakkan di Papua dan Papua Barat. Kemudian kendala yang sama terjadi pula di Kalimantan Timur, Nias, dan Kalimantan Utara.

Sementara di Kalimantan Barat, kendala yang terjadi yakni adanya persayaratan yang belum dipenuhi dalam pencairan BLT. "Tapi sekarang sudah selesai dan sudah mulai masuk ke rekening kas desa," katanya.

Advertisement

(Baca: 47 Ribu Desa Telah Salurkan Bantuan Langsung Tunai Rp 2,9 Triliun)

Meski masih ada 38 kabupaten/kota yang masih belum menyalurkan BLT desa, terdapat 109 kabupaten/kota yang telah  berhasil menyalurkan 100%. Kemudian, tercatat pula 138 kabupaten/kota telah menyalurkan 75%-99% dana BLT, lalu 55 kabupaten/kota menyalurkan 50%-74%, sementara 94 kabupaten/kota baru mencairkan 1%-49%. 

Hingga kini, BLT Desa telah disalurkan pada 47.030 desa. Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan realisasi 27 April lalu yang sebanyak 8.157 desa.

Di sisi lain, tercatat pula 63.029 desa yang telah melaksanakan musyawarah desa khusus. Untuk diketahui, desa yang benar-benar siap menyalurkan BLT Desa ditandai dengan telah selesainya pelaksanaan musyawarah desa khusus.

(Baca: Sri Mulyani Tingkatkan Besaran BLT Desa Jadi Rp 2,7 Juta per Keluarga)

Wadah demokratis ini dijalankan untuk menetapkan keluarga penerima manfaat BLT Desa. Setelah daftar KPM telah disetujui, BLT desa pun siap dibagikan kepada KPM.

Abdul menyebut realisasi KPM BLT Desa telah mencapai 4,9 juta. Angka tersebut sudah mencapai 40% dari target yang sebesar 12,3 juta KPM.

Tetapi, Abdul menjelaskan bahwa terdapat revisi target KPM berdasarkan data lapangan. Sebab, desa cenderung hanya menggunakan 65% dari batas maksimal penggunaan dana desa untuk BLT Desa.

Oleh karena itu, target KPM BLT Desa saat ini berubah hanya menjadi sekitar 8 juta KPM.  "Jadi bukan 12,3 juta KPM dengan fakta perhitungan lapangan hingga saat ini di mana posisi 62% desa yang sudah tersalur BLT dan KPM yang sudah menerima 40%," ujarnya.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait