Kenaikan Harga Saham Bank Berlanjut, IHSG Sesi I Ditutup Melonjak 2,5%

IHSG ditutup melesat 2,55% ke level 5.073,98 pada sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (8/6).
Image title
8 Juni 2020, 13:16
ihsg, ihsg sesi I, ihsg tembus 5.000, saham bank, saham perbankan
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Ilustrasi. Sebanyak 321 saham menguat, sedangkan 104 saham melemah dan 146 saham tak bergerak pada perdagangan saham sesi I.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melesat 2,55% ke level 5.073,98 pada sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (8/6). Kenaikan IHSG didorong oleh langkah pemerintah memulihkan kembali ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Saham perbankan menjadi yang paling besar ditransaksikan. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ditransaksi senilai Rp 883,8 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk Rp 440,1 miliar. Harga saham BBRI pun ditutup melejit 6,43% menjadi Rp 3.310 dan BMRI melonjak 7,72% menjadi Rp 5.000. 

Selain kedua bank itu, lonjakan harga saham juga terjadi pada PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI mencapai 10,35% menjadi 4.690. Sedangkan saham PT bank Central Asia atau BBCA naik 2,36% menjadi Rp 29.300.  Adapun seluruh saham di sektor finasial tercatat naik 3,39%.

Adapun secara keseluruhan, 321 saham menguat, sedangkan 104 saham melemah dan 146 saham tak bergerak. Tercatat 8,42 miliar diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 7,78 triliun pada sesi pertama perdagangan saham hari ini.  

Advertisement

(Baca: IHSG Dibuka Menguat 1,47% Menembus Level 5.000)

Melesatnya saham-saham di sektor perbankan dinilai Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan AJi Gusta Utama, sejalan dengan pemulihan ekonomi yang tengah direncanakan oleh pemerintah. "Karena pemulihan ekonomi, berarti peluang terjadinya pertumbuhan kredit tetap ada," katanya.

Senada, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional dengan memberikan stimulus memuluskan gerak IHSG hari ini. Salah satu stimulus yang tengah digodok pemerintah adalah restrukturisasi kredit, modal kerja, dan biaya energi bagi sektor industri manufaktur. 

"Stimulus tersebut tentunya untuk menjaga ketahanan ekonomi dalam negeri di tengah PHK secara masif dan turunnya daya beli masyarakat," kata Nico dalam risetnya.

Perinician anggaran program pemulihan ekonomi nasional dapat dilihat dalam databoks di bawah ini. 

Kenaikan IHSG juga sejalan dengan gerak bursa saham Asia lainnya.  Nikkei 225 di Jepang dan Strait Times di Singapura yang menguat masing-masing hingga 1,02% dan 1,16%. Bursa saham Hang Seng di Hong Kong juga menguat 0,17% dan Shanghai Composite di Tiongkok juga naik 0,28%.

Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk memperpanjang kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga akhir bulan yang diikuti dengan fase transisi dan pembukaan kembali sembilan sektor ekonomi. Sembilan sektor tersebut, antara lain pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi barang.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, sembilan sektor tersebut akan dibuka kembali karena memiliki risiko penularan corona yang rendah. “Namun menciptakan lapangan kerja yang luas dan mempunyai dampak ekonomi yang signifikan,” kata Doni dalam keterangan video, Kamis (4/6).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait