Erick Thohir Prediksi Dividen BUMN Anjlok 50% pada 2021 Akibat Corona

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut 90% bisnis BUMN terganggu akibat pandemi corona.
Image title
9 Juni 2020, 21:29
bumn, erick thohir, menteri bumn, pandemi corona
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan BUMN akan menurunkan dividen yang dibagikan tahun depan untuk menjaga arus kas keuangan di tengah penurunan pendapatan akibat pandemi corona.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara memperkirakan dividen yang dibagikan oleh perusahaan pelat merah pada 2021 anjlok 50% dibandingkan tahun ini. Predisi ini seiring penurunan kinerja BUMN kuartal I 2020.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, penurunan kinerja tersebut terkait dengan terganggunya 90% bisnis BUMN di tengah pandemi Covid-19. Hanya ada 10% BUMN di sektor tertentu yang kinerjanya tetap baik di tengah pandemi, seperti kesehatan, teknologi, dan pangan.

"Kami optimis, dengan efisiensi bisa tingkatkan dividen. Tapi dengan 90% terganggu oleh corona, pada 2021, dividen mungkin seperempat (dari target)," kata Erick dalam rapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa (9/6).

(Baca: Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah BUMN Hingga Tersisa 70 Perusahaan)

Advertisement

Menurut Erick, penurunan dividen akan dilakukan BUMN untuk menjaga arus kas perusahaan. Laba bersihnya tidak diberikan menjadi dividen, melainkan ditahan untuk arus kas perusahaan.

Erick memberikan contoh, PT Kereta Api Indonesia atau KAI pada tahun lalu membukukan laba Rp 2,5 triliun. Namun, karena pendapatannya turun hingga 90% saat ini  akibat operasionalnya dibatasi, keuntungannya tak akan dibagikan menjadi dividen. "Tapi untuk menjaga cashflow ke tahun depan," katanya.

(Baca: Pendapatan Naik Signifikan, Laba Bank Mandiri Kuartal I Capai Rp 7,9 T)

PT Garuda Indonesia Tbk yang telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan  untuk tahun buku 2019 pada Jumat (5/6), juga memutuskan tak membagikan dividen sama sekali. Padahal tahun lalu Garuda berhasil membukukan laba bersih US$ 6,98 juta atau setara Rp 97,8 miliar.

Pemerintah belum menargatkan perolehan dividen pda tahun depan. Namun sebagai gambaran, pemerintah menargetkan dividen dari perusahaan pelat merah mencapai Rp 49 triliun. 

Adapun guna membantu keuangan BUMN di tengah pandemi corona, pemerintah akan memberikan dukungan dalam bentuk penyertaan modal negara, dana talangan, hingga pencairan kompensasi, seperti terlihat dalam databoks di bawah ini.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait