Rupiah Melemah Tembus 14.200/US$ Tertekan Hubungan AS-Tiongkok

Rupiah pagi ini bergerak semakin melemah ke level Rp 14.210 per dolar AS hingga pukul 09.45 WIB.
Agatha Olivia Victoria
23 Juni 2020, 09:54
rupiah, nilai tukar, dolar as, rupiah 14.200
ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.
Ilustrasi. Rupiah melemah pagi ini bersama mayoritas mata uang Asia lainnya.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,25% ke level  Rp 14.185 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pasar spot pagi ini, Selasa (23/6). Rupiah tertekan hubungan AS dan Tiongkok yang memanas.

Mengutip Bloomberg, rupiah pagi ini bergerak semakin melemah ke level Rp 14.210 per dolar AS hingga pukul 09.45 WIB.

Sejumlah mata uang Asia juga turut melemah pagi ini. Dolar Singapura 0,27%, peso Filipina 0,15%, yuan Tiongkok 0,24%, ringgit Malaysia 0,01%, dan baht Thailand 0,17%.

Sementara yen Jepang menguat 0,09%, dolar Hong Kong 0,01%, dolar Taiwan 0,02%, won korea Selatan 0,06%, dan rupee India 0,22%.

Advertisement

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menuturkan, pasar mendapatkan kabar terbaru yang memberikan sentimen negatif pagi ini. Sentimen datang dari hasil wawancara Penasehat Perdagangan Pemerintah AS Peter Navarro dengan Fox News bahwa perjanjian dagang dengan Tiongkok telah ’berakhir’.

"Wawancara ini menunjukkan hubungan AS dan Tiongkok yang masih memanas dan mengancam pelaksanaan perjanjian dagang yang telah disepakati," ujar Tjendra kepada Katadata.co.id, Selasa (23/6).

(Baca: Harga Emas Antam Naik Rp 1.000/Gram Imbas Lonjakan Kasus Global Corona)

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman untuk memutuskan hubungan dengan Tiongkok, sehari setelah pembicaraan tingkat tinggi antara perwakilan dagang kedua negara.

Pejabat pemerintah AS menggambarkan hubungan kedua negara 'tegang', setelah pembicaraan diplomatik tatap muka tingkat tinggi pertama dalam beberapa bulan. Ini terjadi meski Beijing berkomitmen kembali kesepakatan perdagangan tahap pertama.

Keseimbangan neraca perdagangan dengan Tiongkok menjadi prioritas utama Trump setelah melihat defisit AS yang besar dalam beberapa tahun terakhir. Ini membuat hubungan kedua negara memburuk, terutama mendekati kampanyenya untuk pemilihan kembali pada bulan November yang semakin memanas.

(Baca: Asumsi Makro RAPBN 2021 Disepakati, Kurs Rupiah Dipatok 14.900/US$)

Di sisi lain, Tjendra menilai sebagian pelaku pasar masih khawatir dengan peningkatan jumlah kasus positif di dunia. Melansir laman resmi Worldometers, jumlah kasus positif Covid-19 di dunia telah menembus 9 juta orang, tepatnya 9,19 juta.

Kasus sembuh tercatat 4,92 juta. Sedangkan kematian mencapai 474.260 orang. AS masih menjadi penyumbang kasus positif tertinggi yakni 2,39 juta orang sementara Indonesia naik ke urutan 29 dengan 46.485 kasus.

Selain itu, pasar juga masih mengkhawatirkan terjadinya gelombang kedua di beberapa negara yang sudah membuka kembali perekonmiannya. "Sentimen ini masih berpeluang menekan harga aset-aset berisiko di jam pasar Asia hari ini," kata dia.

Tjendra pun memperkirakan rupiah hari ini bakal melemah tertekan sentimen-sentimen tersebut dengan rentang Rp 14.050-14.200 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait