Rugi Semester I Membengkak, Bank Jago Punya Strategi Perbaiki Kinerja

Hingga semester pertama tahun ini, rugi bersih Bank Jago membengkak 259,5% dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi Rp 50,91 miliar.
Image title
3 Agustus 2020, 23:09
bank jago rugi, bank digital, bank jago, bank gojek
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. Bank Jago mampu membukukan peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 245% menjadi Rp 26,6 miliar hingga Juni 2020 dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,7 miliar.

Kinerja PT Bank Jago Tbk masih tertekan meski telah diakuisisi bankir senior Jerry Ng dan pengusaha Sugito Walujo sejak akhir tahun lalu. Hingga semester pertama tahun ini, rugi bersih bekas Bank Artos ini melonjak 259,5% menjadi Rp 50,91 miliar. 

Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan pada semester kedua. Bank ini akan meluncurkan model bisnis, aplikasi, dan produk lain yang terintegrasi setelah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Sebagai bank hasil akuisisi, dan memiliki aspirasi menjadi bank berbasis teknologi, fokus kami selama semester pertama kemarin adalah menyempurnakan bisnis model, sebelum nanti kami memperkenalkannya,” katanya kepada Katadata.co.id, Senin (3/8).

Selama proses persiapan, Bank Jago melakukan pengembangan informasi teknologi atau IT serta melengkapi sumber daya manusia yang relevan dengan rencana bank berkode saham ARTO ini ke depan. Ia pun meyakini Bank Jago dapat bertransformasi menjadi bank berbasis teknologi yang dapat melayani para pelaku ekonomi dan memperkuat ekosistem digital.

Strategi lainnya memperbanyak partnership guna membangun kolaborasi dan sinergi dengan semua pelaku ekonomi digital, termasuk berkolaborasi dengan Gojek. Perbankan dan pelaku ekonomi digital diyakini dapat saling melengkapi. 

“Kami sangat meyakini itu. Maka itu, sejak awal, kami mendesain Bank Jago sebagai sebuah bank yang tertanam dalam suatu ekosistem, yang melayani nasabah menggunakan teknologi,” katanya.

Berdasarkan laporan keuangannya yang telah dipublikasikan akhir bulan lalu, Bank Jago mencatatkan rugi bersih pada semester I 2020 sebesar Rp 50,91 miliar, membengkak 259,5% dari Rp 14,16 miliar pada semester I 2019. 

Kerugian akibat peningkatan beban operasional dari Rp 21,97 miliar menjadi Rp 77,55 miliarr. Pendapatan operasional lainnya juga turun 40,79% menjadi Rp 2,01 miliar.

Meski demikian, Bank Jago mampu membukukan peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar  245% menjadi Rp 26,6 miliar hingga Juni 2020 dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 7,7 miliar. Rasio kredit bermasalah atau NPL juga turun  dari 6,41% menjadi 0,92%. Rasio kecukupan modal atau CAR melesat dari 17,79 % menjadi 215,20 %.

Dengan kinerja tersebut, rugi per saham atau earning per share perusahaan pun turun menjadi Rp 4,69 pada semester 1 tahun ini dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 11,74.

Total aset Bank Jago per 30 Juni 2020 tercatat Rp1.706 miliar, naik Rp 388 miliar atau 29% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2019. Total liabilitas sebesar Rp 435 miliar pada 30 Juni 2020, turun  Rp 204 miliar atau 32%, dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2019.

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
Editor: Agustiyanti
Video Pilihan

Artikel Terkait