Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Bantuan langsung tunai kepada pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta ini akan disalurkan kepada sekitar 13,8 juta orang.
Agatha Olivia Victoria
6 Agustus 2020, 15:04
bantuan langsung tunai, BLT, pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 31,2 triliun untuk memberikan bantuan tunai kepada pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

Pemerintah bakal memberikan bantuan sebesar Rp 2,4 juta kepada pegawai dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyebut bantuan tersebut sedang difinalisasi. "Sedang disiapkan apa bantuan itu akan dibayarkan satu kali atau berapa kali pembayaran," kata Febrio dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (6/8).

Febrio menegaskan pihaknya akan lebih berhati-hati dalam menyalurkan bantuan teersebut sehingga tepat sasaran. Ia mengakui pemerintah saat ini masih terhambat data pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan. "Ini yang sedang kami pikirkan. Bagaimana caranya bisa seefisen mungkin," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengungkapkan besaran bantuan yang diberikan kepada pegawai dengan gaji di bawah Rp 5 juta adalah sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Untuk mencegah penyalahgunaan, dana bantuan akan disalurkan langsung ke rekening penerima per dua bulan.

Program ini akan menyasar 13,8 juta karyawan swasta non-pegawai negeri sipil  dan non-Badan Usaha Milik Negara. Bantuan akan digelontorkan mulai September tahun ini. Jumlah tersebut merupakan pekerja yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, dengan iuran di bawah Rp 150 ribu per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan. "Saat ini program untuk BLT tersebut sedang difinalisasi dan akan dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020," kata Erick, dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pihaknya sedang mengidentifikasi kriteria pekerja yang akan diberikan bantuan tersebut. "Tapi ini anggarannya sekitar Rp 31,2 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi virtual, kemarin.

Selain itu, ia mengatakan bahwa akan ada tambahan bantuan sosial produktif dengan anggaran hingga Rp 30 triliun. Bantuan itu ditujukan kepada 12 juta pelaku UMKM.

Adapula tambahan bansos kepada 10 juta penerima program keluarga harapan berupa pemberian beras 15 kilogram yang sedang disiapkan. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 4,6 triliun.

 Pemerintah juga akan menambah bantuan sosial tunai Rp 500 ribu per penerima kartu sembako dengan alokasi Rp 5 triliun. "Ini akan dibayarkan pada Agustus," ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan bahwa tambahan bantuan tersebut dalam rangka mengakselerasi serapan biaya Covid-19. Hingga saat ini, penyerapan baru mencapai Rp 145,41 triliun atau 20,9% dari pagu Rp 695,2 triliun.

Dia pun berharap pada bulan Agustus ini penyerapan anggaran penanganan Covid-19 akan meningkat. "Apalagi pekan depan akan ada realisasi pembiayaan korporasi," kata dia.

Pemerintah mengeluarkan dana Rp 695,2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Namun, perkembangan realisasinya tercatat masih rendah hingga 26 Juni. Di bidang kesehatan, misalnya, baru 4,68% dari anggaran Rp 87,5 triliun.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait