Besok, Pemerintah Lelang Surat Utang Negara Maksimal Rp 40 Triliun

Pemerintah akan melelang tujuh seri Surat Utang Negara dengan target indikatif Rp 20 triliun dan maksimal Rp 40 triliun.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
10 Agustus 2020, 14:29
utang pemerintah, surat utang, sun, lelang sun
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Kementerian Keuangan melaporkan posisi utang pemerintah per akhir Juni 2020 sebesar Rp 5.264,07 triliun atau 32,67% terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia.

Pemerintah akan kembali melelang surat utang negara  pada Selasa (11/8) dengan target indikatif sebesar Rp 20 triliun dan maksimal Rp 40 triliun. Lelang dilakukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020.

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, terdapat 7 seri SUN yang akan dilelang pemerintah besok. Dua seri SPN yakni SPN03201112 dan SPN12210812 akan jatuh tempo masing-masing 12 November 2020 dan 12 Agustus 2021 dengan tingkat kopon diskonto.

Kedua seri surat utang tersebut memiliki alokasi pembelian nonkompetitif yakni Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan maksimal 50% dari yang dimenangkan.  Selain kedua seri tersebut, alokasi pembelian non-kompetitif ditetapkan maksimal 30%.

Seri FR0080 dan FR0083 memiliki bunga yang sama yakni 7,5% dan akan jatuh tempo pada 15 juni 2035 dan 15 April 2040. FR0076 akan jatuh tempo pada 15 Mei 2048 dengan tingkat kupon 7,37%.

Lalu FR0086 dan FR0087 memiliki tingkat bunga tetap alias fixed rate dan akan ditetapkan pada tanggal 11 Agustus 2020. Dua seri tersebut akan jatuh tempo pada 15 April 2026 dan 15 Februari 2031.

Pembayaran kupon FR0086 dilakukan semi-annually setiap 15 April dan 15 Oktober. Pembayaran kupon pertama pada tanggal 15 Oktober 2020. Pembayaran kupon FR0087 juga dilakukan semi-annually setiap 15 Februari dan 15 Agustus. Pembayaran kupon pertama pada 15 Agustus 2020.

Penjualan SUN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh BI. Lelang bersifat terbuka alias open auction dan menggunakan metode harga beragam.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan imbal hasil atau yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menan

Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1 juta.

Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui pesertalelang sebagaimana diatur dalam PMK No. 168/PMK.08/2019 dan PMK No. 38/PMK.02/2020.

Dealer Utama dalam lelang kali ini adalah Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia Tbk., PT Bank Maybank Indonesia Tbk., PT Bank Mandiri Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank ANZ Indonesia, Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A, PT. Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas IndonesiaTbk.

Kementerian Keuangan sebelumnya melaporkan posisi utang pemerintah per akhir Juni 2020 sebesar Rp 5.264,07 triliun atau 32,67% terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia.

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait