AS-Tiongkok Bahas Kesepakatan Dagang, Rupiah Menguat ke 14.649/US$

Kurs rupiah sore ini menguat 0,15% ke level Rp 14.649 per dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
25 Agustus 2020, 17:13
rupiah, nilai tukar, perang dagang AS-Tiongkok
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Ilustrasi. Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia lainnya.

Nilai tukar rupiah pada pasar spot sore ini, Selasa (25/8) menguat 0,15% ke level Rp 14.649 per dolar AS. Rupiah menguat seiring pembahasan kesepakatan dagang fase satu antara AS dan Tiongkok.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot D0lar Rate yang dipublikasikan BI pukul 10.00 WIB juga menempatkan rupiah mengguat 162 poin dibandingkan kemarin ke level Rp 14.632 per dolar AS. Rupiah di pasar spot bahkan sempat dibuka di posisi Rp 14.588 per dolar AS. 

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia pun menguat. Mengutip Bloomberg, dolar Singapura naik 0,13%, dolar Taiwan 0,04%, won Korea Selatan 0,34%, peso Filipina 0,27%, yuan Tiongkok 0,11%, ringgit Malaysia 0,16%, dan baht Thailand 0,07%.

Yen Jepang melemah 0,27%. Sementara dolar Hong Kong dan rupee India tak bergerak signifikan.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah berbicara dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dalam panggilan terjadwal secara teratur. "Kedua belah pihak melihat kemajuan yang dibuat dalam menyelesaikan masalah kesepakatan perdagangan fase satu antara kedua negara," kata Ibrahim kepada Katadata.co.id, Selasa (25/8).

Kedua negara membahas langkah-langkah yang telah diambil Tiongkok sebagai bagian dari kesepakatan. Contohnya, seperti memastikan perlindungan yang lebih besar untuk hak kekayaan intelektual dan menghilangkan hambatan bagi perusahaan AS di bidang layanan keuangan dan pertanian.

Para pihak juga membahas peningkatan signifikan dalam pembelian produk AS oleh Tiongkok. Bahkan, tindakan di masa depan yang diperlukan untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut.

Selain itu, Ibrahim menilai sentimen pasar mendapat dorongan dari siaran pers Moderna kemarin. Isinya, menyatakan bahwa perusahaan yang berbasis di Cambridge, MA sedang dalam pembicaraan eksplorasi lanjutan dengan Komisi Eropa untuk memasok 80 juta dosis mRNA-1273, vaksin Moderna kandidat melawan Covid-19.

Hal itu sebagai bagian dari tujuan Komisi Eropa untuk mengamankan akses awal ke vaksin Covid-19 yang aman dan efektif untuk Eropa.  Pengumuman Moderna menjadi panas setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS  memberikan persetujuan penggunaan darurat pada hari Minggu untuk pengobatan potensial yang menggunakan plasma darah dari pasien yang pulih.

Namun, Ibrahim mengungkapkan bahwa dorongan itu terpukul setelah Organisasi Kesehatan Dunia membunyikan lonceng peringatan. "WHO menyatakan bahwa pengobatan itu berhasil tetap berkualitas rendah," ujarnya.

Dalam perdagangan besok, rupiah kemungkinan masih akan menguat walaupun dalam penguatan tipis. Pergerakan antara 10-25 point di rentang Rp 14.610-14.680 per dolar AS.

 

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait