IPO, Harga Saham Pinago Utama Melesat 24,8%

Pada penawaran umum perdana saham, perseroan melaporkan terjadi oversubscribed sebanyak dua kali lipat.
Image title
31 Agustus 2020, 10:49
harga saham, saham ipo, bursa efek indonesia
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi.Hingga pukul 10.35 WIB, harga saham PNGO sudah naik 24,8% ke posisi Rp 312.

PT Pinago Utama Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi emiten ke-37  pada tahun ini. Pada penawaran umum perdana saham, perseroan melaporkan terjadi oversubscribed sebanyak dua kali lipat.

Harga saham perseroan pun melesat pada perdagangan pagi ini. Hingga pukul 10.35 WIB, harga saham PNGO sudah naik 24,8% ke posisi Rp 312.

Emiten yang bergerak di industri perkebunan kelapa sawit dan karet itu menawarkan sebanyak 156,25 juta saham baru dengan harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering Rp 250.Emiten berkode saham PNGO ini menargetkan raupan dana segar dari IPO sebesar Rp39,06 miliar.

 

Direktur Utama Pinago Utama Bambang Palgoenadi menjelaskan bahwa tujuan IPO ini sebagai bentuk komunikasi positif kepada publik sebagai komitmen Perseroan untuk pembangunan Indonesia melalui industri perkebunan kelapa sawit dan karet yang berkelanjutan (sustainable development), khususnya di provinsi Sumatera Selatan.

 “Dengan adanya dana hasil IPO ini juga akan memperkuat struktur permodalan perseroan untuk merealisasikan rencana strategis ke depannya guna meningkatkan kinerja Perseroan” katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8).

Adapun dana hasil IPO nantinya akan dipergunakan perseroan untuk modal kerja  seperti pembelian pupuk, pembelian tandan buah segar sawit dan pembelian bahan olahan karet  yang berasal dari masyarakat serta pembayaran kontraktor untuk biaya sewa alat berat dan kontruksi.

Meskipun perusahaan berskala kecil dibandingkan emiten perkebunan lain, Bambang optimistis mampu mencatatkan kinerja yang baik ke depan. Menurut dia, perusahaan memiliki keunggulan, seperti manajemen yang berpengalama, penggunaan bibit unggulan, bisnis perseroan yang terintegrasi dan ramah lingkungan, lokasi kebun dan pabrik pengolahan yang berdekatan, penerapan tehnologi mekanisasi untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas kerja serta hubungan yang baik dengan stakeholders.

 

 

 

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait