Pemerintah Sudah Cairkan Bantuan Tunai untuk Pekerja Rp 3 Triliun

Pemerintah telah menyalurkan bantuan langsung tunai pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta kepada 2,5 juta penerima.
Agatha Olivia Victoria
31 Agustus 2020, 12:32
bantuan langsung tunai, bantuan pekerja, bpjs ketenagakerjaan
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/wsj.
Ilustrasi. Total anggaran yang dialokasikan untuk program bantuan langsung tunai pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta mencapai Rp 37,87 triliun.

Pemerintah sudah mulai mencairkan bantuan langsung tunai kepada pekerja berupah di bawah Rp 5 juta. Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Adi Budiarso menyebut pihaknya telah mencairkan anggaran subsidi Rp 3 triliun kepada 2,5 juta orang penerima bantuan tersebut. 

"Realisasi itu per tanggal 26 Agustus 2020," kata Adi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (31/8).

Total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp 37,87 triliun dan sudah masuk seluruhnya dalam daftar isian pelaksana anggaran.  Ini seiring dengan peraturan menteri ketenagakerjaan yang sudah selesai. Setelah pedoman pemberian rampung, bantuan langsung diberikan melalui transfer ke rekening penerima.

Adapun kriteria penerima manfaat bantuan gaji pekerja adalah peserta aktif program BPJS Ketenagakerjaan per Juni 2020. Penerima memiliki penghasilan per bulan kurang dari Rp 5 juta dan memiliki nomor rekening.

Target sasaran bantuan ini yakni 15,7 juta pekerja. Data tersebut berasal dari data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan instansi terkait.

Adi menyebut, pihaknya juga mendorong agar guru honorer turut bisa masuk ke dalam sistem data penerima manfaat tersebut. "Ini memang beberapa isu yang ada dan akan kami dorong," ujarnya.

Bantuan subsidi gaji pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta diberikan sebesar Rp 600 ribu selama empat bulan. BLT ini disalurkan melalui tarnsfer langsung sebanyak dua kali pada kuartal ketiga dan kuartal keempat tahun ini.

Dari data BPJS Ketenagakerjaan, mayoritas penerima subsidi yang telah terverifikasi berasal dari DKI Jakarta. Di Ibu Kota, sudah ada 3.072.814 rekening peserta yang masuk dalam sistem penyaluran bantuan.

Jakarta memang merupakan pusat kegiatan ekonomi Indonesia. Pada 2017, jumlah perusahaan industri manufaktur besar dan sedang di DKI Jakarta sebanyak 2.582 perusahaan terdiri dari industri besar sebanyak 706 perusahaan dan industri sedang sebanyak 1.876 perusahaan.

Selanjutnya, Jawa Barat menempati urutan kedua terbanyak jumlah pekerja yang akan menerima subsidi gaji. Sebanyak 1.958.260 rekening peserta yang telah divalidasi BPJS Ketenagakerjaan.

Jawa Barat memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi untuk manufaktur. Di antaranya, pusat industri elektronik, kulit, pengolahan makanan, tekstil, furnitur dan industri pesawat. Sekitar tiga perempat dari industri manufaktur nonmigas nasional berproduksi di wilayah Jawa Barat.

Selain DKI dan Jawa Barat, tercatat pula Jawa tengah dan Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten yang menjadi provinsi terbanyak lainnya penerima batuan subsidi gaji.

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait