UMKM di Platform Tokopedia hingga Gojek Kantongi KUR

Pemerintah mulai menyalurkan KUR kepada UMKM di platform digital, seperti Tokopedia, Shopee, Grab, dan Gojek.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
23 September 2020, 19:10
umkm, kur, pandemi corona, tokopedia, grab, gojek
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi. Pemerintah menyasar penyaluran KUR pada 12 juta UMKM di platform digital.

Pemerintah mulai menyalurkan kredit usaha rakyat pada UMKM di empat platfrom digital. Para pengusaha kecil di platform Gojek, Grab, Shopee, dan Tokopedia mengantongi kredit sebesar Rp 31,08 miliar. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penyaluran kredit tahap awal ini dilaksanakan oleh tiga bank penyalur yaitu BRI, Bank Mandiri, dan BNI. "KUR disalurkan kepada 294 debitur UMKM," kata Airlangga dalam acara Penyaluran KUR bagi UMKM Mitra Platform Digital, Rabu (23/9).

Pemerintah akan mendorong KUR menjangkau  12 juta UMKM mitra platform digital. Hingga 18 September, KUR telah disalurkan kepada 3,28 juta debitur dengan penyaluran mencapai Rp 111,21 triliun. 

Kualitas kredit pun terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL hanya mencapai 0,87%, jauh di bawah ambang batas otoritas sebesar 5%. Pemerintah pun menambah plafon KUR pada tahun ini dari Rp 190 triliun menjadi Rp 208,85 triliun seiring permintaan sejumlah lembaga penyalur. 

Jumlah tersebut termasuk Rp 11,3 triliun plafon KUR Super Mikro dan permintaan tambahan plafon KUR untuk skema lainnya. “Upaya pemerintah dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk platform digital diharapkan dapat menumbuhkan kembali aktivitas usaha UMKM dan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menuturkan besaran KUR yang disalurkan kepada UMKM di platform digital bervariasi. Secara perinci, untuk UMKM mitra Gojek diberikan sebesar Rp 4,72 miliar kepada 45 UMKM. Kemudian, untuk 62 UMKM Mitra Grab Indonesia Rp 6,5 miliar .

Selanjutnya Rp 9,31 miliar kepada 116 UMKM mitra Tokopedia. Terakhir, Rp 10,55 miliar kepada 71 UMKM mitra Shopee Indonesia.

"Ini baru awal karena jumlah UMKM di Shopee, Grab, Tokopedia, dan Gojek berjumlah jutaan sehingga potensi pasarnya besar sekali," kata Iskandar dalam acara yang sama.

Direktur Shopee Indonesia Christin Djuarto menyebut digitalisasi di tengah pandemi Covid-19 menjadi kebutuhan UMKM. Berdasarkan risetnya, pendapatan rata-rata UMKM yang mulai memanfaatkan platform digital meningkat lebih dari 160% dengan peningkatan produktivitas 110%.

Dengan demikian, penyaluran KUR memberi penguatan bagi UMKM di platform digital untuk bertahan dan bangkit di masa pandemi. Dia pun berharap seluruh mitra UMKM perusahaannya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Co-Founder and Vice Chairman of Tokopedia Leontinus Alpha Edison mengatakan pemberian fasilitas KUR oleh pemerintah selalu ditunggu para pelaku UMKM. Tokopedia sendiri sudah membantu menyalurkan KUR sejak Juni 2020.

Saat ini, populasi penjual di Tokopedia tercatat 9 juta orang. "Diharapkan fasilitas pemerintah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mitra UMKM agar mendorong laju pemulihan ekonomi RI," ujar Leontinus.

Pemberian fasilitas KUR merupakan bagian dari program  Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk memperkuat daya beli dan produksi. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran PEN untuk UMKM sebesar Rp 123,46 triliun dari anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,2 triliun pada tahun 2020. Program PEN tersebut masih akan berlanjut hingga tahun 2021.

Prioritas pemulihan difokuskan kepada UMKM karena perannya yang strategis bagi perekonomian nasional. Adapun kkontribusi sektor ini mencapai 61,1% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap 97% tenaga kerja atau 116,9 juta tenaga kerja.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait