Rupiah Perkasa ke 14.690 per Dolar AS Berkat Kinerja Ekspor-Impor

Kurs rupiah menguat ke posisi Rp 14.690 per dolar AS saat mayoritas mata uang Asia melemah.
Image title
15 Oktober 2020, 16:39
rupiah, dolar AS, ekspor impor, neraca perdagangan, rupiah menguat
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi. Rupiah diprediksi menguat terbatas pada perdagangan besok, Jumat (15/10).

Nilai tukar rupiah pada perdagangan di pasar spot sore ini menguat 0,19% ke posisi Rp 14.690 per dolar AS. Rupiah menguat antara lain berkat kinerja ekspor dan impor yang membaik pada September. 

Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, yen Jepang melemah 0,12%, dolar Singapura 0,27%, peso Filipina 0,15%, rupee India 0,11%, yuan Tiongkok 0,28%, ringgit Malaysia 0,14%, dan baht Thailand 0,28%. Sementara dolar Hong Kong stagnan dan won Korea menguat 0,32%. 

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate yang dipublikasikan pukul 10.00 WIB juga menempatkan rupiah menguat 20 poin dari posisi kemaren di level Rp 14.760 per dolar AS. 

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, berita baik untuk rupiah hari ini datang dari surplus neraca perdagangan September yang merupakan surplus perdagangan kelima secara beruntun pada tahun ini. "Demo yang terkendali juga membantu memberkan sentimen positif untuk rupiah," ujar Ariston kepada Katadata.co.id.

Berdasarkan data BPS, ekspor pada September tumbuh 6,97% dibandingkan Agustus menjadi US$ 14,01 miliar, sedangkan impor tumbuh 7,7% menjadi US$ 11,57 miliar. Neraca perdagangan pada bulan lalu kembali mencatatkan surplus US$ 2,44 miliar, lebih tinggi dibandingkan Agustus US$ 2,3 miliar.  

Ariston menjelaskan dolar AS sebenarnya tengah  menguat karena pembicaraan stimulus AS yang menemui kebuntuan Menteri keuangan AS mengatakan semalam bahwa stimulus fiskal yang baru tidak akan bisa keluar sebelum pemilu AS karena kesepakatan masih belum ada hingga saat ini. Penguatan dolar biasanya berdampak pada pelemahan rupiah.

"Rupiah besok kemungkinan menguat terbatas karena eksternal masih belum mendukung, potensi di kisaran Rp 14. 650 hingga Rp 14.750 per dolar AS," katanya.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi  menjelaskan kinerja ekspor dan impor pada September yang membaik memberikan sinyal pemulihan ekonomi sehingga positif bagi rupiah.  "Ada tanda-tanda pertumbuhan ekonomi kembali membaik setalah Badan Pusat Statistik merilis data ekspor dan impor pada September," ujar Ibrahim dalam siaran pers. 

Selain kinerja neraca perdagangan,  sentimen domestik datang dari perkembangan vaksin merah putih yang kini diserahkan ke Bio Farma. Pemerintah berencana melakukan uji coba Vaksin merah putih pada hewan di bulan November. Vaksin merah putih merupakan vaksin covid-19 buatan dalam negeri yang dikembangkan di laboratoriun pengembangannya telah mencapai 55 persen.

"Bila proses pengembangan vaksin berjalan lancar maka uji prektek pada hewan untuk vaksin merah putih maka di tahun depan bisa dipasarkan," katanya. 

Sementara itu sentimen eksternal masih datang dari perkembangan stimulus AS. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan akan "sulit" untuk mencapai kesepakatan terkait tambahan stimulus Pandemi Covid-19 dengan Ketua DPR Nancy Pelosi sebelum pemilihan 3 November. 

Selain itu, pasar juga masih mencermatik kasus Covid-19 yang masih meningkat dan pembicaraan terkait Brexit. "Dalam perdagangan besok, rupiah kemungkinan menguat  terbatas dan bergerak pada rentang Rp 14.660 hingga Rp 14.710 per dolar AS," ujarnya.

"

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait