Ekonomi Mulai Pulih, Sistem Keuangan Diramal Stabil Jelang Akhir Tahun

Komite Stabilitas Sistem Keuangan memperkirakan kondisi stabilitas sistem keuangan tetap akan terjaga pada kuartal keempat tahun ini.
Agatha Olivia Victoria
27 Oktober 2020, 18:24
kssk, stabilitas sistem keuangan, pandemi corona, pilpres AS
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan kondisi stabilitas sistem keuangan di Tanah Air pada kuartal III tetap terjaga.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan menyatakan kondisi stabilitas sistem keuangan pada kuartal III tetap terjaga. Kondisi ini diperkirakan akan kembali berlanjut pada kuartal keempat meski ada sentimen Pemilihan Presiden AS hingga kembali melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di sejumlah negara. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan kondisi stabilitas sistem keuangan pada kuartal IV 2020 akan tetap terjaga seiring perekonomian yang mulai pulih. "Kami akan terus menjaga dan melihat semua indikator," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan IV 2020, Selasa (27/10).

Pemulihan terlihat dari sejumlah indikator, mulai dari konsumsi, investasi, ekspor, hingga belanja pemerintah. Adapun kontribusi total belanja pemerintah terhadap perekonomian kuartal III diperkirakan mencapai 15,5% hingga 18%.Kontribusi belanja pemerintah pada kuartal IV bisa lebih baik dari itu.

Sementara untuk konsumsi rumah tangga, Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhannya bisa mendekati titik 0%. "Sejalan perbaikan maupun berbagai relaksasi karena sudah ada pelonggaran pembatasan sosial," kata dia.

Menurut Ketua KSSK tersebut, aktivitas perekonomian global pun pada kuartal III 2020 muai menunjukkan pemulihan. Perbaikan terjadi setelah global mengalami tekanan yang dalam pada kuartal II 2020 akibat pembatasan sosial di berbagai negara.

Perkembangan itu juga sejalan dengan revisi lembaga Dana Moneter Internasional atau IMF erhadap proyeksi pertumbuhan perekonomian global tahun 2020 dari minus 5,2% menjadi 4,4 %. Revisi tersebut terutama ditopang pemulihan aktivitas ekonomi kuartal III 2020 di negara maju dan Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan serta mobilitas global yang kembali meningkat pasca pelonggaran pembatasan sosial.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menilai stabilitas sistem keuangan pada akhir tahun ini akan lebih baik dari beberapa bulan sebelumnya. Hal tersebut karena berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan mulai terlihat dampaknya.

Dengan demikian, ia memperkirakan pertumbuhan kredit pun akan lebih tinggi pada tiga bulan terakhir tahun ini. Hal ini terutama karena masyarakat sudah mulai berani untuk beraktivitas. "Likuiditas terjaga apabila kredit tumbuh besar nantinya," ujar Wimboh dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, menurut Wimboh, tren rasio NPL mulai menurun. Meski demikian, ia mengingatkan agar industri perbankan bisa tetap waspada. Kredit perbankan yang direstrukturisasi pasti akan pulih dengan cepat, tetapi tetap ada risiko jika terdapat nasabah yang memiliki niat buruk.

"Karena itu, bank harus melihat secara hati-hati dan membentuk CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai) kredit," katanya. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan bahwa nilai tukar rupiah saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya. Dengan begitu, mata uang Garuda berpotensi menguat di pengujung tahun didukung rendahnya inflasi.

Selain itu, penguatan rupiah juga ditopang oleh neraca pembayaran yang terus mengalami surplus, tren penurunan suku bunga perbankan, serta likuiditas perbankan yang berlebih. "Dari sisi eksternal, aliran modal asing pun masih cukup deras masuk ke Indonesia khususnya ke pasar surat berharga negara," kata Perry.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi percaya ekonomi kuartal IV akan membaik. Hal ini karena 80% perekonomian didukung permintaan domestik.

Namun, menurut dia, regulator akan tetap mewaspadai jika perekonomian tidak membaik karena dapat menimbulkan tekanan pada sektor keuangan. Dengan demikian, fokus kebijakan tahun depan  harus mampu mendorong sektor riil semaksimal mungkin.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait