Kabar Baik Vaksin Moderna Kerek Penguatan Rupiah ke 14.040/US$

Kurs rupiah pada perdagangan pagi ini bergerak melesat ke 14.040 per dolar AS seiring kabar efektivitas vaksin Moderna yang mencapai 94,5%.
Agatha Olivia Victoria
17 November 2020, 10:17
Bank Indonesia, rupiah, vaksin moderna, rupiah menguat
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi. Rupiah pada perdagangan pagi ini menguat bersama mayoritas mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,41% ke level Rp 14.110 per dolar AS pada pasar spot pagi ini, Senin (17/11). Rupiah melesat tinggi usai laporan terbar terkait efektivitas vaksin Covid-19 dari Moderna yang mencapai 94,5%.

Mengutip Bloomberg, rupiah terus bergerak menguat ke posisi Rp 14.040 per dolar AS hingga pukul 10.00 WIB. Mayoritas mata uang Asia turut menguat pagi ini. Yen Jepang naik 0,08%, dolar Singapura 0,06%, dolar Taiwan 0,02%, won Korea Selatan 0,11%, rupee India 0,06%, yuan Tiongkok 0,24%, ringgit Malaysia 0,15%, dan baht Thailand 0,11%. Sementara itu dolar Hong Kong stagnan dan peso Filipina melemah 0,06%.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi menguat sepanjang hari ini dengan sentimen positif baru dari laporan pengembangan vaksin covid-19 Moderna. "Laporan menyebutkan hasil pengujiannya menunjukkan efektivitas yang tinggi sebesar 94,5%," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Selasa (17/11).

Menurut Ariston, kabar dari Moderna ini menambah kepercayaan pasar bahwa vaksin akan segera dirilis. Dengan demikian, ekonomi global bisa segera pulih. Harga aset-aset berisiko bergerak menguat menanggapi berita ini.

Advertisement

Dia menilai surplus neraca perdagangan bulan Oktober turut mengerek penguatan mata uang Garuda. Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan pada Oktober 2020 surplus sebesar US$3,61 miliar, lebih tinggi dibandingkan pada bulan sebelumnya sebesar US$ 2,4 miliar maupun periode yang sama tahun lalu US$ 161 juta. Neraca perdagangan telah mencatatkan surplus mencapai US$ 17,07 miliar sepanjang Januari-Oktober 2020, jauh lebih baik dibandingkan periode sama 2019 yang mencatat defisit US$ 1,79 miliar.

Di sisi lain, Ariston menyebut proyeksi pertumbuhan positif ekonomi Indonesia pada kuartal keempat 2020 oleh Bank Indonesia juga memberikan sentimen positif ke rupiah. "Potensi pergerakan hari ini di rentang Rp 14 ribu-14.150 per dolar AS," ujar dia.

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menyebut perekonomian sudah membaik pada kuartal III 2020 sebesar minus 3,49% dibandingkan kuartal II 2020 yang minus mencapai 5,32%. Kemudian, pada kuartal IV 2020 diperkirakan positif dan tahun depan 5%.

Analis HFX Berjangka Adhy Phangestu memperkirakan penguatan rupiah akan terbatas meski Moderna mengklaim persentase keberhasilan vaksin 94,5%. "Ini karena kondisi pelemahan indeks dolar AS pada level bawah yang terbatas," kata Adhy kepada Katadata.co.id.

Saat berita ini ditulis, indeks mata uang Negeri Paman Sam melemah 0,17% ke level 92,49. Dengan demikian ada kemungkinan rupiah berada pada level Rp 14 ribu hingga Rp 14.050 per dolar AS atau kembali melemah pada kisaran Rp 14.250-14.350 per dolar AS.

Apalagi, sambung Adhy, masih terdapat beberapa sentimen lokal yang bisa menahan penguatan rupiah seperti menanjaknya angka pengangguran hingga kasus Covid-19. BPS mencatat jumlah pengangguran pada Agustus 2020 bertambah 2,67 juta orang menjadi 9,77 juta orang atau 7,07% dari total penduduk Indonesia akibat pandemi.

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia meningkat 3.535 pada Senin (16/11). Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta berkontribusi 1.006 kasus. Kemudian, Jawa Tengah (705) dan Jawa Barat (558).

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait