Penjualan Ritel AS Melambat Terhambat Lonjakan Kasus Baru Covid-19

Penjualan ritel AS naik 0,3% pada bulan lalu, kenaikan terkecil sejak pemulihan mulai terjadi pada Mei.
Agatha Olivia Victoria
18 November 2020, 09:42
penjualan ritel, amerika serikat, pandemi corona
ANTARA FOTO/REUTERS/David Ryder/ama/dj
Ilustrasi. Departemen Perdagangan AS mencatat penjualan ritel naik 0,3% bulan lalu, kenaikan terkecil sejak pemulihan yang dimulai pada Mei.

Kenaikan penjualan ritel AS pada Oktober 2020 melambat dibandingkan bulan sebelumnya, tertahan oleh lonjakan kembali kasus baru Covid-19 dan penurunan pendapatan rumah tangga AS. Jutaan orang Amerika yang menganggur kehilangan bantuan dari pemerintah.

Mengutip Reuters, Departemen Perdagangan AS mencatat penjualan ritel naik 0,3% bulan lalu, kenaikan terkecil sejak pemulihan yang dimulai pada Mei, setelah meningkat 1,6% pada September. Mereka memperhitungkan komponen barang dari belanja konsumen, dengan layanan seperti perawatan kesehatan dan akomodasi hotel.

Sementara data lain pada Selasa (17/8) juga menunjukkan produksi di pabrik-pabrik mengalami percepatan pada bulan lalu. Produksi tetap jauh di bawah tingkat pra-pandemi dan wabah virus corona yang tidak terkendali dapat menganggu produksi.

"Tren belanja konsumen yang semakin berubah menjadi angin sakal untuk pemulihan dari penurunan ekonomi terburuk sejak Depresi Besar. Pejabat Fed mengatakan mereka mungkin harus berbuat lebih banyak dan data hari ini mungkin mengubah pemikiran itu menjadi kenyataan," kata Chris Rupkey, kepala ekonom di MUFG di New York.

Krisis kesehatan dan ekonomi yang lemah menjadi tantangan tama bagi Presiden terpilih Joe Biden ketika mengambil alih jabatan Presiden Donald Trump pada Januari.

Biden pada Senin (16/11) mendesak Kongres yang saat ini terpecah untuk bersatu dan mengesahkan paket bantuan pandemi lainnya. Namun, ini tidak mngkin terjadi sebelum Biden dilantik pada 20 Januari sehingga memberikan tekanan pada The Federal Reserve untuk memompa lebih banyak uang ke dalam perekonomian.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pemulihan ekonomi terus melambat dan membutuhkan dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter.

Penjualan ritel pada bulan lalu didukung oleh program diskon yang digelar Amazon.com. Belanja online melonjak 3,1%s seiring program 'Prime Day' yang biasanya digelar pada Juli.

Kenaikan pembelian kendaraan bermotor melambat dibandingkan bulan sebelumnnya. Penjualan elektronik, bahan bangunan, dan peralatan taman meningkat, tetapi rumah tangga mengurangi pengeluaran untuk barang-barang olahraga dan hobi, pakaian, furnitur, serta aktivitas minum dan makan di luar.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penjualan ritel akan naik 0,5% di bulan Oktober. Penjualan ritel naik 5,7% pada skala tahun ke tahun di bulan Oktober dan di atas level Februari, dengan pandemi mengalihkan permintaan dari jasa ke barang.

Kasus virus corona baru setiap hari telah melebihi 100.000 sejak awal bulan ini, mendorong jumlah infeksi di Amerika Serikat di atas 11 juta berdasarkan penghitungan Reuters.

Meskipun ada perkembangan yang menggembirakan pada pengujian vaksin, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa peluncuran vaksin akan menjadi tantangan.

Beberapa pemerintah negara bagian dan lokal telah memberlakukan pembatasan baru pada bisnis. Pembatasan dan penghindaran konsumen terhadap tempat-tempat ramai seperti bar dan restoran dapat mengurangi pengeluaran dan memicu gelombang PHK lainnya. Kondisi ini akan menekan pendapatan rumah tangga AS.

Di sisi lain, jutaan pengangguran dan pekerja setengah menganggur kehilangan bantuan yang merupakan bagian dari stimulus lebih dari US$ 3 triliun.

Jutaan orang Amerika lainnya akan kehilangan tunjangan bulan depan ketika program yang didanai pemerintah untuk wiraswasta, pekerja pertunjukan dan lainnya yang tidak memenuhi syarat untuk pengangguran negara bagian reguler dan mereka yang telah menghabiskan enam bulan masa kelayakan mereka berakhir.

Para ekonom memperkirakan pertumbuhan penjualan ritel yang moderat untuk sisa tahun ini, yang akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat setelah kenaikan tinggi pada produk domestik bruto pada kuartal ketiga.

Survei JPMorgan terhadap pemegang kartu kredit dan debit menunjukkan penurunan pengeluaran yang luas hingga 9 November, dengan penurunan besar di negara bagian di mana Covid-19 menyebar paling cepat.

Sebuah laporan terpisah dari Fed pada hari Selasa menunjukkan output manufaktur meningkat 1% bulan lalu, setelah naik 0,1% pada bulan September. Produksi masih sekitar 5% di bawah tingkat pra-pandemi.

Kenaikan output didorong oleh produksi peralatan kedirgantaraan dan transportasi lain-lain, mengimbangi penurunan furnitur, produk logam fabrikasi, kendaraan bermotor dan suku cadang.

"Manufaktur hanya dapat bertahan jika rumah tangga terus membeli dan mereka membutuhkan pendapatan untuk melakukan itu," kata Joel Naroff, kepala ekonom di Naroff Economics di Holland, Pennsylvania.

 

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait