Luhut dan Erick Thohir Jajakan Investasi di SWF ke Pemerintah Jepang

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Jepang untuk mencari dukungan investasi.
Image title
4 Desember 2020, 08:32
Luhut, erick, investasi jepang, sovereign wealth fund, LPI
Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi
Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir berkunjung ke Jepang untuk menarik investasi melalui SWF.

Pemerintah Jepang berkomitmen untuk  berinvestasi melalui Sovereign Wealth Fund milik Indonesia yang tengah dibentuk, Nusantara Investment Authority. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi usai mengadakan pertemuan dengan Penasehat Perdana Menteri Jepang, Izumi Hiroto di Tokyo, Kamis (3/12).

Luhut menyampaikan Pemerintah Jepang akan ikut berpartisipasi dalam lembaga pengelola investasi melalui Japan Bank of International Cooperation (JBIC). "Tujuan saya dan Menteri Erick ke Tokyo adalah untuk mengundang Jepang untuk meningkatkan investasi melalui lembaga SWF yang akan dibentuk berdasarkan amanat UU Omnibus," kata Luhut dikutip dari Antara.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi. Sementara dari pihak Jepang, hadir Gubernur JBIC Maeda Tadashi, dan Dubes Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji.

Luhut menjelaskan, Nusantara Investment Authority bakal memberikan fleksibilitas kepada investor untuk menanamkan investasi dalam bentuk ekuitas atau aset dengan pengelolaan yang transparan dan profesional.

Sementara itu, Erick Thohir mengatakan SWF Indonesia diharapkan dapat menjadi mitra bagi investor asing untuk berinvestasi di sektor-sektor yang atraktif dan prioritas di Indonesia, seperti jalan tol, bandara dan pelabuhan.

"Kami ingin aset-aset yang dimiliki BUMN dapat dioptimalisasikan nilainya," tambah Erick.

Sementara Dubes Heri mengatakan secara umum Jepang mendukung pembentukan SWF Indonesia. Ia menyebut beberapa kalangan bisnis Jepang pun telah menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi dalam sejumlah proyek.

"Beberapa kalangan bisnis Jepang pun telah menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan health tourism di Bali, manajemen operator pelabuhan serta meningkatkan investasi di Kawasan Industri Batang," kata Heri.

Sebelum pertemuan dengan Penasihat PM Jepang, Luhut dan Erick juga telah bertemu dengan Sekjen Partai Liberal Democratic Party (LDP) untuk Majelis Tinggi, Seko Hiroshige, yang juga Mantan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, untuk membahas dukungan parlemen Jepang atas investasi pemerintah dan swasta Jepang di SWF Indonesia dan mendapat sambutan positif.

Pada kesempatan terpisah, Luhut dan Erick juga telah melakukan serangkaian pertemuan sejumlah pimpinan kalangan bisnis Jepang, antara lain Mitsui & Co, Mitsubishi Corp, Sojitz, Nippon Steel dan Hanwa.

Nusantara Authority Investment akan mulai beroperasi awal 2021 dan menjadi salah satu bagian dari program pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah akan menyuntikkan modal awal Rp75 triliun untuk pembentukan lembaga ini.

Luhut dan Erick dijadwalkan berada di Tokyo, Jepang hingga 5 Desember 2020. Selain rangkaian pertemuan yang berlangsung pada Kamis, kedua Menteri itu juga dijadwalkan bertemu Menteri Ekonomi Jepang, Gubernur JBIC, dan perwakilan sejumlah dana pensiun dan lembaga keuangan.

Reporter: Antara
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait