Rupiah Menguat Tipis di Tengah Kaburnya Dana Asing Rp 1,3 T Pekan Ini

Rupiah berhasil menguat tipis 0,18% pada perdagangan di pasar spot dalam sepekan ini.
Agatha Olivia Victoria
11 Desember 2020, 18:26
rupiah, nilai tukar rupiah, aliran modal asing
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Ilustrasi. Aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp 1,3 triliun pada sepanjang pekan ini.

Bank Indonesia mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp 1,33 triliun pada pekan ini. Kendati demikian, rupiah berhasil menguat tipis 0,18% pada perdagangan di pasar spot dalam sepekan ini. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan dana asing keluar dari pasar Surat Berharga Negara maupun saham. "Jual neto di pasar SBN sebesar Rp 0,96 triliun dan di pasar saham Rp 0,37 triliun," tulis Erwin dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (11/12).

Sepanjang awal tahun hingga 10 Desember, aliran modal asing mencatatkan jual bersih Rp 143,76 triliun di pasar keuangan domestik. Risiko investasi Indonesia yang tercermin dari Credit Default Swap lima tahun naik dari 66,31 basis poin per 4 Desember 2020 menjadi 67,53 bps per 10 Desember 2020 Namun,. imbal hasil atau yield SBN 10 tahun turun dari 6,17% pada kemarin sore menjadi 6,16% pada pagi ini.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, mengatakan sentimen penggerak aset berisiko dalam satu pekan terakhir berasal dari perkembangan vaksin di berbagai penjuru dunia. Vaksin Covid-19 mulai mendapatkan persetujuan otoritas di beberapa negara

Advertisement

Pfizer dilaporkan tinggal menunggu persetujuan resmi Badan Administrasi Makanan dan Obat-Obatan AS (FDA) setelah komite penasihat lembaga itu memberikan lampu hijau. "Sementara Inggris, Kanada dan Bahrain sudah lebih dulu menyetujui vaksin Pfizer," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (10/12).

Sementara di Indonesia, 1,2 juta dosis vaksin corona telah tiba di Indonesia hari Minggu (6/12) malam. Presiden Joko Widodo mengatakan vaksin tersebut merupakan produksi Sinovac yang telah menjalani pengujian di Bandung sejak Agustus lalu. Tak hanya itu, Jokowi menjanjikan jutaan vaksin serupa akan tiba di Indonesia awal Januari mendatang.

Meski demikian, Ariston menilai aliran modal asing keluar dari pasar dalam negeri karena belum ada kepastian kapan vaksin disetujui Badan Pemeriksa Obat dan Makanan. "Jika sudah mendapat persetujuan BPOM, mungkin sentimen positif baru bisa masuk lagi," ujar dia.

Di sisi lain, pelaku pasar masih menunggu kabar persetujuan stimulus fiskal Negeri Paman Sam yang belum juga dikucurkan hingga saat ini. Negosiasi itu mungkin rampung sebelum akhir pekan ini dan akan menjadi penarik dana asing masuk pada pekan depan.

Pasar masih turut mengkhawatikan kenaikan kasus pandemi secara global. Melansir laman resmi Worldometers, kasus Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 70 juta orang di dunia hingga saat ini.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia juga terus bertambah. Berdasarkan data Satgas Covid-19, tambahan kasis positif per 11 Desember mencapai 6.310 orang. Total Kasus mencapai 605.243 dengan 496.886 pasien dinyatakan sembuh dan 18.511 orang meninggal dunia.

Direktur Riset Center Of Reform on Economics Piter Abdullah Redjalam menilai euforia vaksin yang sedikit menurun menyebabkan dolar AS menguat. Saat berita ini ditulis, indeks dolar AS naik 0,09% ke level 90,91.

Di sisi lain, keadaan dalam negeri juga sedang memanas terkait kasus Habib Rizieq.  "Walaupun tidak besar namun tetap menahan optimisme investor kepada Indonesia,"  ujar Piter kepada Katadata.co.id.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait