Sri Mulyani: Vaksinasi Covid-19 kepada 180 Juta Orang Butuh Teknologi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut teknologi dibutuhkan karena vaksinasi Covid-19 dilakukan dalam dua tahap.
Agatha Olivia Victoria
16 Desember 2020, 17:03
vaksin covid-19, sri mulyani, vaksinasi, pandemi corona, teknologi
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, keberadaan teknologi yang memadai dibutuhkan untuk memastikan vaksinasi sesuai dengan target pemerintah.

Pemerintah bakal menjalankan program vaksinasi Covid-19 pada tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut vaksinasi kepada 180 juta penduduk Indonesia membutuhkan teknologi. 

"Bayangkan kalau lebih dari 180 juta orang akan divaksin dan mereka divaksinnya tidak sekali. Ini  berarti akan membutuhkan teknologi,” katanya dalam acara virtual Indonesia Digital Conference, Rabu (16/12). 

Sri Mulyani menjelaskan, keberadaan teknologi yang memadai dibutuhkan untuk  memastikan vaksinasi sesuai dengan target pemerintah. Untuk itu, salah satu fokus pemerintah adalah memastikan seluruh puskesmas di Indonesia terkoneksi dengan internet dan teknologi digital agar mendukung proses vaksinasi.

“Ini untuk tracking mereka yang divaksin selama dua kali dalam periode tertentu dan mengetahui keberadaannya.   by nameby NIK, by number supaya kita tahu,” ujarnya.

Advertisement

Salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah pada tahun depan untuk memastikan ketersediaan internet adalah dengan membangun  Base Tranceiver Station sebanyak 5.053 lokasi desa di wilayah 3T.  Untuk itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26,9 triliun untuk pembangunan bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi dalam  APBN 2021.

Selain pembangunan BTS, fokus anggaran teknologi dan komunikasi juga akan diarahkan untuk menyediakan akses internet di  12.377 lokasi layanan publik. Anggaran tersebut juga akan digunakan untuk membangun  pusat data nasional,  literasi digital, transformasi digital sektor strategis, dan digital technopreneur, pengendalian penyelenggaraan sistem elektronik, pemutakhiran DTKS, perangkat IT, dan jaringan komunikasi, serta mendukung digitalisasi pendidikan.

Terdapat tiga strategi dalam kebijakan ekonomi digital 2020-2024 yaitu penyelesaian pembangunan infrastruktur TIK, penggunaan infrastruktur digital, dan fasilitas pendukung transformasi digital.

Empat indikator utama dalam pembangunan infrastruktur TIK yaitu jangkauan fiber optik atau Plaapa Ring, kecepatan internet fixed 25 Mbps dan mobile 20Mbps, strategi broadcast, dan meningkatkan indeks pembangunan TIK dalam kisaran 5,0-5,3.

Saat ini, 4.400 desa  belum memiliki akses internet. Kecepatan internet Indonesia masih di bawah dunia. Fixed broadband RI tercatat 14 Mbps sementara dunia 43 Mbps, mobile broadband RI 10 Mbps sedangkan dunia 22,16 Mbps.

Ekonom Senior Center Of Reform on Economics Yusuf Rendy Manilet mengatakan anggaran pengembangan teknologi menjadi penting dalam era normal baru, terutama untuk memitigasi ketimpangan infrastruktur teknologi khususnya pada daerah-daerah di luar Jawa.

Namun demikian, jika melihat anggaran yang disediakan pemerintah untuk mendukung hal tersebut nominalnya masih relatif kecil jika tujuannya melakukan pengembangan teknologi yang sifatnya sangat maju seperti pengadaan vaksin. Apalagi, jika diukur dari total belanja yang berada di kisaran Rp 2.700 triliun nominal Rp 26,9 triliun itu kurang dari 1%. "Jadi memang masih relatif kurang anggaran pengembangan teknologi tersebut apalagi jika ditujukan untuk vaksinasi," kata Yusuf kepada Katadata.co.id, Rabu (16/12).

Presiden Joko Widodo sebelumnya memastikan bakal menggeratiskan vaksin Covid-19 bagi seluruh masyarakat. Ia juga memastikan akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat. 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait