Kraktau Steel Kantongi Dana Investasi Pemerintah Rp 2,2 T

Krakatau Steel akan kembali menerima dana investasi pemerintah sebesar Rp 800 miliar pada Desember 2021 sehingga total pinjaman yang akan diterima mencapai Rp 3 triliun.
Agatha Olivia Victoria
5 Januari 2021, 14:42
krakatau steel, program pemulihan ekonomi nasional, PEN, pandemi corona
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. Krakatau Steel telah mengantongi dana investasi pemerintah sebesar Rp 2,2 triliun pada akhir tahun lalu.

PT Krakatau Steel  Tbk telah mengantongi dana investasi pemerintah sebesar Rp 2,2 triliun pada 30 Desember 2020 lalu. Dana ini merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Perolehan dana tersebut diterima setelah ditandatanganinya Perjanjian Penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) pada 28 Desember 2020 antara Krakatau Steel dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai pelaksana investasi pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.06/2020.

"Kami berkomitmen untuk terus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku dalam penggunaan dana OWK," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (5/1).

Penerimaan dana OWK selanjutnya akan diterima Krakatau Steel pada Desember 2021 sebesar Rp 800 miliar. Dengan demikian, total pinjaman pemerintah yang diterima Krakatau Steel akan mencapai Rp 3 triliun.  

 

Dukungan pemerintah melalui program PEN kepada Krakatau Steel akan memberikan fleksibilitas dalam meningkatkan pasokan bahan baku pada industri hilir dan industri pengguna baja nasional. Hal ini juga membantu membendung derasnya impor baja yang masuk ke Indonesia pasca membaiknya perekonomian nasional yang diperkirakan kembali normal pada Kuartal III 2021.

Silmy mengapresiasi berbagai langkah strategis yang telah diambil pemerintah agar dapat terus menjaga perekonomian nasional, terutama dengan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional dalam mendukung sistem mitigasi penyelamatan ekonomi akibat Covid-19. “Kami berharap stimulus investasi pemerintah yang diperoleh mampu memberikan dampak positif terhadap penguatan industri baja dari hulu hingga hilir, serta berdampak pada pergerakan laju pertumbuhan ekonomi nasional,” kata dia.

Panel Ahli KatadataInsight Center Damhuri Nasution mengatakan investasi pemerintah di Krakatau Steel dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2021. "Namun kalau dana tersebut dibelanjakan pada kuartal pertama ini, baik untuk modal kerja maupun untuk ekspansi usaha," kata Damhuri kepada Katadata.co.id, Selasa (5/1).

Sebaliknya, jika pinjaman pemerintah itu tak segera dibelanjakan, maka dampak ke pertumbuhan ekonomi akan terbatas, apalagi terhadap target pertumbuhan ekonomi tahun ini yang mencapai 5%. 

Dalam pagu anggaran pembiayaan korporasi program PEN 2020, pemerintah  memberikan alokasi PMN untuk BUMN sebesar Rp 24,07 triliun dan pembiayaan untuk LPI sebesar Rp 15 triliun. Selain itu, terdapat alokasi pemberian pinjaman kepada para perusahaan pelat merah Rp 19,65 triliun dan penjaminan kredit korporasi Rp 3,5 triliun.

Investasi pemerintah diberikan kepada Garuda Indonesia Rp 8,5 triliun, Kereta Api Indonesia Rp 3,5 triliun, PTPN Rp 4 triliun, Krakatau Steel Rp 3 triliun, Perumnas Rp 650 miliar, dan PT Perusahaan Pengelola Aset sebesar Rp 10 triliun.

Sebelumnya, Krakatau Steel resmi menerbitkan OWK pada Senin (28/12). Berdasarkan perjanjian penerbitan tersebut, Krakatau Steel menerbitkan OWK yang akan dikonversi menjadi saham baru melalui mekanisme private placement. Obligasi ini nantinya akan ditukar menjadi saham baru. Nilai OWK yang diterbitkan oleh Krakatau Steel sebesar Rp 3 triliun dengan masa jatuh tempo (tenor) selama 7 tahun.

Pada perdagangan hari ini, harga saham Krakatau Steel bergerak menguat. Hingga pukul 14.25 WIB, harga saham KRAS naik 2,26% ke Rp 452 per saham.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait