Rupiah Loyo ke 14.032/US$ Tertekan Lonjakan Kasus Covid-19

Rupiah melemah tipis tertekan sentimen kasus Covid-19 yang terus meningkat di Tanah Air.
Agatha Olivia Victoria
1 Februari 2021, 09:59
rupiah, kurs rupiah, dolar as, covid-19
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Ilustrasi. Kurs rupiah melemah 0,1% ke level Rp 14.032 per dolar AS pada pasar spot pagi hari ini, Senin (1/2).

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,1% ke level Rp 14.032 per dolar AS pada pasar spot pagi hari ini, Senin (1/2). Rupiah turun tipis tertekan sentimen kasus Covid-19 yang terus meningkat di Tanah Air.

Mata uang negara-negara Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, yen Jepang turun 0,02%, dolar Singapura 0,03%, dolar Taiwan 0,04%, dan yuan Tiongkok 0,52%. Sementara won Korea Selatan menguat 0,08%, peso Filipina 0,03%, rupee India 0,12%, ringgit Malaysia 0,15%, dan baht Thailand 0,01%. Hanya dolar Hong Kong yang stagnan.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan kasus Covid-19 yang terus meningkat, terutama di Indonesia mendorong pelemahan rupiah. "Ini dikhawatirkan menjadi pemicu pembatasan aktivitas ekonomi yang lebih ketat," ujar Ariston kepada Katadata.co.id, Senin (1/2).

Di sisi lain, hasil rilis data inflasi kemungkinan bisa mempengaruhi rupiah. Dia memperkirakan data inflasi bulan Januari 2021 tidak akan setinggi bulan sebelumnya yakni 1,5% secara tahunan, lebih rendah dari 1,68% pada Desember 2020. "Ekspektasi yang lebih rendah ini kemungkinan karena PPKM," kata dia.

Jika angkanya lebih rendah dari ekspektasi, rupiah bisa tertekan namun jika lebih tinggi rupiah tidak akan terpengaruh. Angka inflasi yang lebih rendah bisa melemahkan rupiah karena menunjukkan turunnya aktivitas ekonomi RI.

Kendati begitu, Ariston menilai penguatan indeks saham Asia setelah mengalami kejatuhan dalam di pekan lalu bisa membantu penguatan nilai tukar emerging market terhadap dolar AS hari ini. Ini kemungkinan karena para manajer aset mulai kembali mengkoleksi saham-saham p-ada awal bulan. Potensi pergerakan rupiah berada di level Rp 14.000-14.100 per dolar AS.

Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk Rully Arya Wisnubroto turut memperkirakan rupiah akan sedikit melemah. Dengan demikian, kurs Garuda akan bergerak di antara Rp 14.025-14.095 per dolar AS. "Sentimen negatif masih dipengaruhi oleh terus meningkatnya kasus infeksi harian di Indonesia," ujar Rully kepada Katadata.co.id.

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Indonesia terus meningkat, pada Minggu (31/1), jumlahnya bertambah 12.001 orang. Tambahan kasus tersebut berasal dari 33.162 orang yang dites Covid-19 pada hari yang sama. Dengan begitu, positive rate Indonesia mencapai 36,19%. Angka itu merupakan rekor tertinggi sejak pandemi dan mencapai tujuh kali lipat dari standard WHO sebesar 5%.

Hal itu berarti laju penularan virus corona di Tanah Air sudah sangat tinggi dan tak terkendali. Dampaknya, jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal karena Covid-19 akan semakin banyak

Presiden Joko Widodo  menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 11-25 Januari 2021 tidak efektif. Hal itu terlihat dari mobilitas masyarakat masih tinggi dan sejumlah provinsi masih mencatatkan kenaikan kasus Covid-19.

Menurut Jokowi, esensi dari PPKM yaitu membatasi mobilitas masyarakat. Namun, implementasinya tidak berjalan sempurna karena aparat tidak tegas dan konsisten. "Ini hanya masalah implementasi, sehingga saya minta betul-betul turun ke lapangan, ada di lapangan," kata Jokowi dalam rapat terbatas tentang Pendisiplinan Melawan Covid-19 pada jumat lalu (29/1), yang videonya baru diunggah dan dipublikasikan di akun Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu (31/1).

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait