Empat Pilar Ekonomi Digital untuk Kejar Pertumbuhan Berkelanjutan

Pemerintah telah menyusun empat pilar utama ekonomi digital untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan yang dipetakan sesuai dengan prioritas nasional dan berbagai program unggulan.
Agatha Olivia Victoria
5 April 2021, 12:07
ekonomi digital, pertumbuhan berkelanjutan, digitalisasi, pandemi covid-19
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) mengatakan , pihaknya telah berdiskusi dengan berbagai kementerian/lembaga dan pemangku kebijakan terkait pengembangan kerangka strategi nasional ekonomi digital.

Pandemi Covid-19 telah mendorong percepatan digitalisasi di berbagai sektor, terutama bidang perekonomian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, momentum ini perlu dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Airlangga mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan berbagai kementerian/lembaga dan pemangku kebijakan terkait pengembangan kerangka strategi nasional ekonomi digital. "Tentunya bertujuan untuk mewujudkan visi utama yakni pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif dengan optimalisasi di sektor digital," kata Airlangga dalam pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia serta Peluncuran Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Senin (5/4).

Menurut dia, kerangka strategi tersebut disusun dengan memperhatikan kompleksitas dan keterkaitan berbagai kebijakan anta otoritas serta kebutuhan para pemangku kepentingan di pusat maupun daerah. Setidaknya, terdapat empat pilar utama pendukung kerangka yang dipetakan sesuai dengan prioritas nasional dan berbagai program unggulan pemerintah.

Pertama, pengembangan sumber daya manusia , khususnya talenta digital yang memiliki keterampilan dalam sains dan teknologi. Kedua, infrastruktur digital dan fisik yang kuat untuk meningkatkan arus ekonomi serta menciptakan peluang kerja di kedua sektor tersebut.

Advertisement

Ketiga, penyederhanaan berbagai birokrasi melalui kebijakan, aturan, dan standar yang mendukung dan mengurangi hambatan inovasi. Keempat, riset dan inovasi digital yang diperukan untuk menghasilkan nilai tambah industri dan mengurangi ketergantungan sumber daya alam. "Ini juga agar bisa mendorong transformasi ekonomi," ujar dia.

Airlangga menyebutkan bahwa kerangka strategi ekonomi digital tersebut juga menyangkut beberapa hal yang bersifat lintas sektoral, seperti mempercepat digitalisasi di sektor bisnis dan industri. Kerangka ini juga berisi berbagai peluang dan pengembangan untuk mendorong konektivitas digital yang dapat dimanfaatkan secara setara oleh seluruh pemangku kebijakan.

Adapun untuk mendukung implementasi strategi lintas sektor tersebut, dia menuturkan bahwa beberapa rencana kerja yang telah disiapkan dan dapat diterapkan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

Implementasi setiap rencana kerja nantinya akan dipimpin oleh kementerian dan lembaga teknis yang menangani program sesuai dengan bidang tugas dan fungsi. "Kami juga berharap agar akselerasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dapat dilakukan di seluruh Indonesia," katanya.

Indonesia bersama negara-negara ASEAN berkomitmen untuk meningkatkan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Negara-negara ASEAN juga bersepakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang melalui dukungan digitalisasi dan pendekatan yang lebih berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan komitmen tersebut disepakati dalam Pertemuan Tahunan ke-7 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN1 yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (30/3). "Pada pertemuan ini juga diperoleh pandangan dari beberapa lembaga internasional," kata Erwin dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (31/3).

Langkah-langkah strategis menuju integrasi perbankan di kawasan ASEAN di era digital dilakukan melalui penyempurnaan pedoman ASEAN Banking Integration Framework (ABIF). Negara-negara ASEAN juga sepakat melanjutkan komitmen untuk memperlancar arus lalu lintas modal di kawasan ASEAN melalui penghapusan restriksi secara bertahap, monitoring dan diskusi kebijakan secara reguler, serta peningkatan kapasitas SDM.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait