Tekanan Global Mereda, Rupiah Menguat Ke Rp 14.490 per US$

Kurs rupiah pagi ini bergerak menguat ke Rp 14.490 per dolar AS seiring tekanan yang mereda di pasar keuangan global.
Agatha Olivia Victoria
7 April 2021, 10:06
rupiah, rupiah menguat, tekanan global mereda, stimulus AS, stimulus infrastruktur biden
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Ilustrasi. Rupiah pagi ini menguat bersama mayoritas mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,24% ke level Rp 14.470 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot pagi ini, Rabu (7/4). Rupiah perkasa seiring meredanya tekanan di pasar keuangan global.

Mengutip Bloomberg, rupiah melemah tipis dari posisi pembukaan ke Rp 14.490 per dolar AS  pada pukul 10.00 WIB. Mayoritas mata uang Asia menguat pagi ini. Yen Jepang naik 0,02%, dolar Singapura 0,04%, dolar Taiwan 0,16%, won Korea Selatan 0,18%, ringgit Malaysia 0,19%, dan baht Thailand 0,04%. Sementara dolar Hong Kong melemah 0,02%, peso Filipina 0,07%, rupee India 0,17%, serta yuan Tiongkok 0,07%.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, rupiah menguat karena tekanan di pasar global menurun. "Hal ini seiring rencana stimulus fiskal AS ekstra besar yang akan mendorong pemulihan ekonomi," kata Reny kepada Katadata.co.id, Rabu (7/4).

Presiden AS Joe Biden mengusulkan proposal paket infrastruktur senilai US$ 2 triliun atau setara Rp 29.000 triliun untuk memperkuat ekonomi Negeri Adidaya setelah pandemi. Stimulus ini juga akan mengokohkan AS sebagai ekonomi terbesar dunia di tengah persaingan sengit dengan Tiongkok.

Proposal Biden akan membuat perusahaan Negeri Paman Sam terlibat dalam proyek yang akan menempatkan jutaan orang bekerja membangun infrastruktur seperti jalan, mengatasi perubahan iklim, dan meningkatkan layanan manusia seperti perawatan lansia. "Ini adalah investasi sekali dalam satu generasi di Amerika, tidak seperti apa pun yang pernah kami lakukan. Ini besar dan kita bisa menyelesaikannya," kata Biden di Pittsburgh pada Rabu (31/1), seperti dikutip dari Reuters.

Ini merupakan proposal bantuan kedua bernilai triliunan dolar yang diajukan Biden dalam dua bulan masa jabatannya. Ditambah dengan paket bantuan US$ 1,9 triliun yang baru-baru ini diberlakukan, proposal ini akan memberikan pemerintah federal peran yang lebih besar dalam ekonomi AS.

Di sisi lain, Reny menuturkan bahwa sentimen positif yang menyebabkan penguatan rupiah yakni proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) tentang perekonomian global yang meningkat. "Terkendalinya inflasi turut menjadi sentimen penguatan rupiah pada awal bulan April 2021," ujar dia.

Selain itu, rilis data cadangan devisa yang akan keluar hari ini dan diperkirakan tetap tinggi dapat menjadi katalis tambahan untuk rupiah. Ia memproyeksi, rupiah hari ini bergerak pada rentang Rp 14.472-14.522 per dolar AS.

 Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan bahwa investor saat ini memang sedang fokus pada rencana infrastruktur yang diusulkan oleh Biden. "Rencana itu akan melibatkan peningkatan pajak perusahaan untuk membayar pengeluaran baru," kata Ibrahim dalam hasil kajiannya yang diterima Katadata.co.id, Selasa (6/4).

Biden bersedia untuk mendorong rencana infrastruktur tersebut tanpa dukungan dari anggota parlemen Republik jika dia tidak dapat mencapai kesepakatan bipartisan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Energi Jennifer Granholm pada Minggu (4/4).

Menurut Ibrahim, sentimen tersebut membuat dolar AS melemah. Saat berita ini ditulis, indeks dolar AS turun tipis 0,01% ke level 92.32. Namun, mata uang Nageri Paman Sam terlihat menguat terhadap mayoritas mata uang utama seperti euro, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss.

Ia memproyeksikan mata uang Garuda akan berfluktuasi dan ditutup menguat hari ini. Pergerakan rupiah di antara Rp 14.480-14.520 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
Video Pilihan

Artikel Terkait